Langsung ke konten utama

MENULIS TIGA PARAGRAF

Pemateri : Om Jay
Waktu: Sabtu, 26 Maret 2020
Peresume: Planet
Tema : Menulis 3 alinea

Menulis 3 alinea biasa dimulai dengan pembagian 3 alinea yaitu alinea pembuka, isi dan penutup

Misalnya, akan menulis yang dimulai dengan melihat 4 ekor kucing dalam foto.

Bisakah menuliskannya dalam 3 alinea melalui foto?

Misalnya:

KUCINGKU
Aku suka dengan hewan. Banyak hewan yang kupelihara di rumah. Ada ayam, kambing, sapi, dan kucing. Hewan yang paling kusuka adalah kucing. Mengapa kucing? Ya karena tingkahlakunya yang membuatku gemas.

Kucing  peliharaanku bernama Dalbong. Rambong adalah kucing lucu dan sangat menggemaskan. Dalbong merupakan kucing dengan jenis jawa. Dia memiliki rambut yang pendek, warnanya hitam dan putih keabu-abuan.

Sebenarnya banyak jenis kucing yang dapat dipelihara di rumah. Salah satunya adalah Dalbong kucing jawa. Jenis kucing ini sering disebut kucing domestik berbulu pendek. Disebut kucing domestik karena kucingn ini sering dijumpai dj daerah Indonesia.
Kucing domestik berbulu pendek ini adalah kucing yng paling populer di Amerika Serikat, terhitung sekitar 90-95 persen dari jumlahnya.

Awal cerita, suatu malam tepatnya setahun yang lalu, suamiku baru pulang kerja sebagai driver Bandara Sultan Iskandar Muda, di dapatinya sebuah kotak kardus berisolasi tebal terletak di atas kursi depan rumah, ia kaget melihat kotak itu, dalam hatinya "apa gerangan di dalamnya ya?

Suamiku memberi salam dan masuk ke rumah, kusambut ia dengan menyalaminya, itu kebiasaanku sejak dulu aku menikah dengannya.. "bunda" itu sapaan suamiku untukku, Bunda mari kesini dulu" suamiku langsung menarik tanganku ke depan rumah.."ini kotak apa bunda, tanya suamiku"..aku kaget, kulihat sebuah kotak yang rapi seperti layaknya barang yang baru sampai, aku takut di dalamnya itu ada ular, mungkin ada sesorang yang mengerjai kami dengan meletakkannya di depan rumahku, karna tidak mungkin kalau ada kiriman dari kampung, toh.. keluargaku tidak memberi kabar apa-apa..pikiranku melayang teringat kemana-mana.."Bunda, tanya suamiku lagi.."Entah ayah,  bundapun tak tau..jawabku".. kita bawa ke dalam aja yah, kita buka apa isinya, saranku pada suamiku"

Kotak itupun dibawa ke dalam rumah, sebelum dibuka, kami saling melirik, takut di dalamnya ada hal yang tidak kami inginkan..

Sebelum kotak itu dibuka, ada sepotong kalimat tertulis di sana " Kak,  kami titip kucing ini, tolong dirawatya, semoga Allah memberkahi kakak, kami tidak bisa merawatnya lagi karna kami sudah pindah rumah", begitulah bunyi kalimat yang tertulis dikulit kardus tersebut. Kemudian kami pun membukanya..

2 ekor kucing bersama 1 induknya, kucing yang sangat bersih dan memiliki bulu yang halus..kami pun menyimpulkan untuk merawatnya..sampai sekarang kucing itu masih kami rawat, namun sayang sudah dua kali peranakan, semua anak kucingnya mati entah mengapa sebabnya, bangkainya pun tak nampak..peranakan yang ketiga kucingnya tumbuh besar sampai sekarang, sekarang sudah manja, kalau sedikit lapar, langsung saja meminta makan dengan cara menyenderkan tubuhnya pada kami yang sedang duduk bersantai..

Seperti punya kenikmatan tersendiri kalau sedang melihat kucing bersama anak2nya tidur di siang hari..bagai manusia saja, kucingpun seperti itu..memeluk anak2nya tidur bersama

Menjengkelkan sih, ketika anak-anaknya suka sekali membuat hajat sembarangan, setiap pagi Bi Ati selalu mengomel-ngomel krna setiap kali menyapu harus membersihkan dan mensucikan lantai dari kotoran kucing yang bertumpuk di sana-sini.. namanya saja hewan ya, tidak punya akal tapi mungkin memiliki naluri, iya..kucing memang punya naluri...

Bagiku ini hal yang tak biasa, uniknya lagi satu pagi ku tatap mata induknya sambil berkata" *Kucing..!, kalau engkau ingin tetap tinggal dirumahku, tolong ajarkan anakmu untuk membuang hajat di dalam toilet, kalau kau tidak mematuhinya maka kau dan anakmu jangan lagi tinggal di sini,* tegasku" seperti mengajak ia mengobrol saja..dan, nyatanya kalimatku itu manjur" sejak saat itu tidak ada lagi bau pesing/ kotorannya di sana-sini..

Alhamdulillah rejekiku pun terus mengalir sejak aku merawatnya dengan baik.

Elidayati
SDN 16 Banda Aceh
[28/3 19.32] Wijaya Kusuma Inobel 2017: Nah sekarang anda bandingkan antara tulisan pertama dan kedua ttg kucing.
[28/3 19.32] Wijaya Kusuma Inobel 2017: Mana yg tulisan 3 alinea?
[28/3 19.35] Wijaya Kusuma Inobel 2017: Silahkan anda praktik lsg di sini menulis 3 alinea dgn tema kucing.
[28/3 19.36] Wijaya Kusuma Inobel 2017: Kucing Rumah

Kucing merupakan salah satu jenis hewan peliharaan. Hewan peliharaan yang mudah dijinakkan. Banyak orang yang menyukai hewan tersebut. Mereka menjadikannya sebagai hewan peliharaan di rumahnya. Tidak hanya satu ekor bahkan ada yang memelihara hingga tiga ekor.

Tujuan memelihara kucing bermacam-macam. Sebagian orang bertujuan untuk mencegah masuknya tikus ke rumah. Sebagian lagi bertujuan menyalurkan hobi memelihara hewan yang menggemaskan, bertingkah lucu, agar bisa menemani keseharian ketika beraktivitas di rumah.

Makanan kucing rumah tergolong mudah. Karena hewan tersebut bisa menyesuaikan dengan makanan tuannya. Mulai dari ikan, daging, tempe, bahkan kerupuk pun ada kucing yang mau. Terlebih lagi sekarang banyak dijumpai toko makanan hewan peliharaan, sehingga sewaktu-waktu bisa membelinya dengan mudah. Hal tersebut agar kucing dapat terpenuhi makanannya sehingga tumbuh dengan sehat tidak menularkan penyakit. Oleh karena itu, dalam memelihara kucing rumah harus dengan baik dan memperhatikan makanan serta kesehatannya.

NILA PUTRI
SDN TEPUS II
KEC. TEPUS KAB. GUNUNGKIDUL PROV. DI YOGYAKARTA
 Kucing...
Kucing adalah hewan yang sangat menggemaskan,karena ia sangat lucu,tapi terkadang dia juga bisa menjadi hewan yang mengesalkan,karena dia suka mencuri kalau kita sedikit lengah.
Dirumahku ada seekor kucing betina, kerjaanya beranak terus tapi anaknya gak ada yang hidup sampe besar.
Kucing dirumahku termasuk kucing kampung,entah dari mana datangnya,tau tau udah dirumah dan betah tinggal dirumah, tapi lumayanlah buat hiburan anak - anak ,kebetulan anak - anak senang dengan hewan.
Sampai hari ini kucingnya masih dipelihara dirumah.

Heni Tri Astuti
SMPN 12 Rejang Lebong
Bengkulu

Si Marben Kucingku yang Lucu

Aku punya kucing jantan yang lucu.
Badan gemuk dan warna bulu putih abu-abu. ekornya panjang.Kuberi nama si Marben.Bila kupanggil Marben dia langsung berlari dan melompat duduk dipangkuanku.

Sore itu Aku duduk santai di Sofa ruang tamu. ditemani si Marben yang ikutan duduk di pangkuanku. Ku buka HPku dan sesekali buka aplikasi kamera selfiku.Kulihat si Marben nampak gelisah, entah kenapa, terdengar suaranya yang lirih ,meong....meong ..?
aku kira dia Lapar, kuberi dia makan ikan kesukaannya.Tapi Marben tidak mau makan.justru melompat kembali ke pangkuanku.
aneh pikirku. Ku coba tebak apa maunya. Hmmmm....biarkan saja sejenak si Marben bertingkah lagi.

Ketika aku bermain HP dan berfoto selfi kamera, si Marben mengeong lagi, dia melompat membuat HPku hampir jatuh dibuatnya.
Ku pegang si Marben, dan kudekatkan ke depan kamera HPku .Kontan saja dia gerak-gerak melihat mukanya di Kamera depan HP, Nampaknya dia senang dan ingin berfoto ,ha ha ha....rupanya kucing juga ingin bergaya.Setelah Marben kuFoto ,dia tak lagi mengeong gelisah, kuperlihatkan hasil foto-fotonya . Lucu saja..kucing juga ingin selfi berfoto ria .Sore ceria bersama si Marben Kucingku yang Lucu.

ETIK NURINTO,S.Pd.SD
SDN Pabuaran
Kec.Bantarbolang
Kab.Pemalang
Prov.Jawa Tengah

 Bayi

Subuh itu aku terbangun.  Samar-samar kudengar Ayah meminta tolong kepada tante untuk memanggil bidan. Tante langsung memanggil bidan,  sementara ayah sibuk menyiapkan kain dan perlengkapan lainnya.

Tak lama kemudian bidan datang,  namun aku sudah mendengar tangis bayi lebih awal sebelum bidan datang.  Rupanya bayi mungil,  sang bungsu sudah lahir tanpa menunggu sentuhan tangan bidan. Ibu juga sehat tidak kurang suatu apapun.

Dari kasur ku langsung beranjak menuju sumber tangis bayi.  Dalam hatiku berkata "itu pasti adikku" sudah lahir dan sambil berdoa semoga adikku laki-laki.  Rupanya Allah mengabulkan doaku.  Kutatap bayi mungil yang montok dan berkulit putih bersih itu. Bayi laki-laki itu diberi nama Edwin.

Ice Andriani.
SMA Negeri 3 Senayang
Kabupaten Lingga,  Provinsi Kepri

Kucing

Miau
Miau
Miau
Terngiau ngingau kau dalam dangau

Hingga suaramu parau
Mengingau
Rupanya kau tak suka bau tembakau

Ngiau
Ngiau
Kau selalu mengiau setiap kali air ledeng surau kemarau
Oleh tarian-tarian jemari wudhu yang kemilau

Ice Andriani
SMA Negeri 3 Senayang
Kab. Lingga,  Kepulauan Riau

Kucing.   
                         
Kucing adalah hewan yg sudah banyak dipelihara, meskipun sebenarnya kucing termasuk golongan hewan buas, ada ber macam- macam kucing, ada kucing anggola, ada juga kucing biasa.

Kucing biasa banyak di pelihara.                  Tetanggaku mempunyai beberapa ekor kucing, mereka semua sangat menyayanginya.  Saat pintu  rumahku  terbuka kucing masuk ke dalam rumahku.Pada awalnya aku tidak menyukai kucing itu,karena aku adalah termasuk orang yg takut dengan kucing, Namun setelah aku membaca tentang filosofi kucing,ternyata bila rumah sering didatangi kucing ada pertanda baik, apalagi kita sempat memberinya makan,mudah-mudahan rezekipun akan datang.Pertanda lain datangnya kucing itu adalah untuk mengingatkan kita untuk selalu berderma.

Nah....sejak itu aku tidak takut lagi dengan kucing.                   Jadi,sekarang bila ada kucing datang ke rumahku aku tidak merasa takut lagi, bahkan terkadang aku tanya mau apa? Di sini belum ada apa- apa,ibu belum masak,nanti ya kalo ibu sudah masak datang lagi, kucing pun pergi,seolah- olah mengerti apa yang aku ucapkan.   
                         

Lusia Wijiatun.                     
SD N 2 Rejang Lebong

Kucing

Kucing adalah hewan yg sudah banyak dipelihara,meskipun sebenarnya kucing termasuk golongan hewan buas, ada ber macam- macam kucing,ada kucing anggola,ada juga kucing biasa.Kucing biasa banyak di pelihara.

Tetanggaku mempunyai beberapa ekor kucing, mereka semua sangat menyayanginya.  Saat pintu  rumahku  terbuka kucing masuk ke dalam rumahku.Pada awalnya aku tidak menyukai kucing itu,karena aku adalah termasuk orang yg takut dengan kucing, Namun setelah aku membaca tentang filosofi kucing,ternyata bila rumah sering didatangi kucing ada pertanda baik, apalagi kita sempat memberinya makan,mudah-mudahan rezekipun akan datang.Pertanda lain datangnya kucing itu adalah untuk mengingatkan kita untuk selalu berderma.Nah....sejak itu aku tidak takut lagi dengan kucing.                   Jadi,sekarang bila ada kucing datang ke rumahku aku tidak merasa takut lagi, bahkan terkadang aku tanya mau apa? Di sini belum ada apa- apa,ibu belum masak,nanti ya kalo ibu sudah masak datang lagi, kucing pun pergi,seolah- olah mengerti apa yang aku ucapkan.

Lusia Wijiatun.
SD N 2 Rejang Lebong

Kety Kucingku yang Manis

Meski kucing kampung tetapi aku sudah terlanjur sayang banget. Warnanya loreng hitam, ekornya panjang, badannya cukup besar.

Teringat pesan Bunda jika mau memelihara kucing, jangan biarkan ia kelaparan. Karena jika kelaparan ia akan mencuri makanan kita, tetangga sehingga terganggu. Doa kucing sangat bagus. Ia
mendoakan agar tuannya selalu mendapat rizki sehingga ia bisa makan enak dan bisa tidur di kasur yang empuk.

Jadi kety kucingku cukup sehat, dan gemuk. Ia juga siap siaga menjaga rumah dari gangguan tikus-tikus yang rakus. Terima kasih Ketyku yang manis🙏

Sri Rahayu
SDN.77 Rejang Lebong
Bengkulu

Sebenarnya memulis itu mudah dan akan menjfi susah kalau kita tdk melatihnya setiap hari

Mereka yang banyak membaca pasti bisa menulis dan tdk akan pernah kehabisan ide dalam menulis.

Menulis 3 aline adalah cara saya dalam mengajak guru berlatih menulis dan terbukti banyak guru yg bisa melakukannya.

Selanjutnya,

Kucingku Sayang

Di rumahku ada seekor kucing, manis ku beri nama. Memiliki tiga warna: hitam, coklat dan putih. Simanis setiap hari betah di rumah, dan  jarang keluar rumah.

Simanis,sangat pintar menangkap tikus. Ketika di dapur, kulihat simanis terdiam sesaat, sambil teliganya bergetak2 dan matanya fokus menatap pada suatu arah. Dan tiba2 si manis melompat, hups, ternyata ada anak tikus dan berhasil ditangkapnya. Aku jd senang, dan simanis kuhadiahkn sepotong ikan kesukaannya.

Sejak ada simanis di rumah, rumahku jadi aman dari tikus. Dan anak-anakku jg senang. Karena ada pelajaran yg didapatnya dari si manis. Kebiasaan simanis yg disukai anak2ku yaitu kebiasaannya yg setiap hari pasti dilakukannya, membersihkan diri dgn menjilat2kan diladahnya ke bulu2nya yg indah, sehingga simanis terlihat bersih dan sehat.
ceria selalu manisku...

Itu yaa contoh pembahasan pentigraf. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUISI SAIHURONCERIK

*Challenge XVI* Salam Saihu Sai Hu Hudan Saihudan _Bismi Robbika_ Petualangan, pendakian, penyelaman, pendaratan, masih meminta tempuhan raga jiwa manusia. Segala jalan dicari, dikenali, dimaknai, ditafsiri agar diri merasa yakin pengembaraannya bermakna.  Seharian, kemarin 08/05/2020 kita masih ragu kadang malu malu menuang *Saihuronce* yang kadang asing di pendengaran pemirsaaahhhhh hehehee. Saihuronce sejatinya sedang membawa kita memaknai angka yang "kita anggap" bermakna sebagai sebuah ayat (tanda).  Challenge XV ada di pusaran mulut, lapisan bibir (eithhhh hati hati). Diwakili wujudiahnya dengan suku kata dan kata (Saihuronceka). Nah, pada Challenge XVI bergeser pada palung *Saihuroncerik,* yakni saihu yang meronce (mengurai dan menyusunnya kembali) angka yang menjadi pola saihu murni (3456/2256). Hmmmm ingat usia pendewasaan dan pematangan. Bagaimana lagi Saihuroncerik? Andai saja tubuh kita adalah kumpulan satuan organ luar _(surface structure)_ dan organ dalam _(deep...

PESAN RASULULLAH

"PESAN RASULULLAH SAW SEBELUM WAFAT" Sebelum malaikat Izrail diperintah Allah SWT untuk mencabut nyawa Nabi Muhammad, Allah berpesan kepada malaikat Jibril “Hai Jibril, jika kekasihku menolaknya, laranglah Izrail melakukan tugasnya!” Sungguh berharganya manusia yang satu ini yang tidak lain adalah Nabi Muhammad SAW... Di rumah Nabi Muhammad SAW, Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam... “Bolehkah saya masuk?” tanyanya... Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk sambil berkata, “Maafkanlah, ayahku sedang demam” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu... Kemudian Fatimah kembali menemani Nabi Muhammad SAW yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”. “Tak tahulah ayahku, sepertinya orang baru, karena baru sekali ini aku melihatnya” tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hend...