*Challenge XVI*
Salam Saihu
Sai
Hu
Hudan
Saihudan
_Bismi Robbika_
Petualangan, pendakian, penyelaman, pendaratan, masih meminta tempuhan raga jiwa manusia. Segala jalan dicari, dikenali, dimaknai, ditafsiri agar diri merasa yakin pengembaraannya bermakna.
Seharian, kemarin 08/05/2020 kita masih ragu kadang malu malu menuang *Saihuronce* yang kadang asing di pendengaran pemirsaaahhhhh hehehee. Saihuronce sejatinya sedang membawa kita memaknai angka yang "kita anggap" bermakna sebagai sebuah ayat (tanda).
Challenge XV ada di pusaran mulut, lapisan bibir (eithhhh hati hati). Diwakili wujudiahnya dengan suku kata dan kata (Saihuronceka). Nah, pada Challenge XVI bergeser pada palung *Saihuroncerik,* yakni saihu yang meronce (mengurai dan menyusunnya kembali) angka yang menjadi pola saihu murni (3456/2256). Hmmmm ingat usia pendewasaan dan pematangan.
Bagaimana lagi Saihuroncerik? Andai saja tubuh kita adalah kumpulan satuan organ luar _(surface structure)_ dan organ dalam _(deep structure)_ maka saihuroncerik meronce larik.
Oke, singkatnya, "rukun" saihuroncerik adalah:
1. Awali dengan judul (huruf kapital).
2. Sajikan saihu murni dua pola atau pilih salah satunya (3456/2556) tema sesuai kebutuhan.
3. Lanjutkan dengan puisi tiga larik (semisal terzina) yang setiap lariknya maksimal enam kata (preposisi _di, ke, dari)_ tidak dihitung satu kata. Cukup satu bait
4. Lanjutkan dengan empat larik dalam satu bait puisi (misal Quartet) maksimal enam kata tiap larik.
5. Lanjutkan dengan lima larik puisi (misal gogyoshi/Quintet) maksimal lima kata tiap larik.
6. Terakhir lanjutkan dengan enam larik puisi (semisal Sextet) yang setiap lariknya maksimal enam kata.
Maka bentuknya akan seperti piramida.
Pola yang muncul
3456 >> suku kata
3 >> larik @maks 6 kata
4 >> larik @maks 6 kata
5 >> larik @maks 5 kata
6 >> larik @maks 6 kata
= 22 Larik + judul
= 23 Larik
Rasakan kenikmatannya memaknai raga sukma.
Salam Saihuronverik
Kide Andana
Komentar
Posting Komentar