Langsung ke konten utama

TRIK & TIPS MENULIS DI KELAS BERSAMA


Pemateri : Bp. Giri dan Bp. Roland
Moderator: Bp. Andika
Hari: Sabtu, 26 maret 2020
Waktu: 19.00-21.30

Setelah moderator memberi salam dan mempersilahkan, menunggu beberapa saat Bp. Giri menyapa peserta.
Menanyakan daftar hadir, dan kesiapan peserta untuk mengikuti seminar _online.


Perlu dipahami, fasilitas kita menggunakan tools dari google, jadi eksklusif untuk pengguna gmail, jelas P. Giri.
Awal workshop ini masih membahas seputar peserta dalam penggunaan media sosial yang belum semua familiar.

Misalnya penggunaan email yang tidak sesuai, banyak kemungkinan itu masalahnya, sehingga tidak bisa masuk atau login buat bergabung.

Kelas writing class online ini seperti tidak sama dengan webinar.  Bagi peserta yang siap dan mau menjadi volunteer videokan diri sedang belajar online di kelas bersama dipersilahkan, nanti akan kami masukkan di IG kelas bersama kita.
Videokan diri sedang belajar online namun boleh foto juga bisa.

Peserta dalam pengambilan video pastikan google classroom kelas bersamanya masuk frame. Ternyata banyak peserta yang pake hp juga, dan masih meraba google classroom, dan masih kurang paham maksudnya gimana tentang workshop online dengan Google class.

Akhirnya semua masuk dan pindah dari percakapan whatsap ke google class.

Pertemuan pertama masih banyak yang terlambat karena salah dalam memilih kode unik yang selalu ganti baru setelah beberapa saat. Namun peserta saling bantu sehingga dapat mudah untuk masuk kelas online.

Keikutsertaan peserta ada beberapa motivasi. Ada yang sengaja ikut karena penasaran, ada yang pingin benar-bener belajar untuk nambah ilmu.

Penugasan telah dimulai. Setiap peserta menulis selama 1 menit, tanpa tema.
Sebenarnya menulis bisa sesuai nomor urut daftar hadir. Namun akhirnya dipersilahkan tanpa menunggu nomor urut.  Hanya dikelompokkan 20 org pertama dulu. Pengelompokan sudah ditentukan dengan daftar nama yang telah diberi warna stabilo orange.

Peserta masih ada yang belum jelas, mungkin karena masuk kelas terlambat, atau bisa jadi karena beberapa lama belum ada yang menulis. Ternyata ada miscom, ada informasi yang tdk terbaca.
Informasi di classroom, salah satu teacher boleh langsung menulis saja, gak usah nunggu urutan sesuai daftar nama.

Kini semua tenang dan sudah mulai menulis.  Materi keren, tp tidak semua mahir dan lancar, karena merasa kurang dan masih meraba-raba IT.

Mungkin krn perdana, sehingga masih banyak prepare teman-teman hanya pakai HP. padahal harus pakai laptop juga jd masih ada yang mau membuka laptop.

Setelah semua menulis di upload di assignment.
Selanjutnya ada informasi, dikelompokkan  lagi 20 org secara random.
Kelompok muncul nama yang diwarnai kuning

Teman-teman sekalian, mohon maaf, kalau ada yang tertarik dengan isu lingkungan bisa follow instagram/twitter: @sebumisenasib , nanti disana akan ada berbagai macam konten, mulai dari tulisan2 dari masalah lingkungan, giveaway ecogift, dan konten menarik lainnya. terimakasih juga udah berbagi cara menulis artikel, bisa untuk saya terapkan saat saya akan menulis nanti karena kebetulan baru akan memulai dan saya masih mahasiswa.

Krn waktu sempit jjadi random sebagai sample.

Pemberian materi baru selesai.
Jadi kita-kita hanya lihat yang nulis di dokumen, namun bisa juga gabung nulis.

Meski sudah ditutup,  bagi ang mau QnA silahkan posting ulang pertanyaannya di form QnA di classwork

Sebelum ditutup, peserta diminta menulis pertanyaan. Pertanyaan utk bisa dishare besok dari Google class.

Terima kasih untuk Teman Kelas/Classmates semuanya yg telah bergabung di kelas ini ya.. semoga dapat manfaat dari kelas ini.

Yuk kita dukung terus Kelas Bersama dengan memfollow Instagram kami di @kelasbersamakita

Nah, bagi yg sudah gabung di Kelas Bersama.. kami akan undang semuanya ke Telegram Group Alumni Kelas Bersama

Supaya Classmates dapat informasi terbaru tentamh Workshop-workshop gratis selanjutnya.

Gabung disini supaya jadi yang paling pertama tahu workshop menarik lainnya.

Trus ini left aja atau masih akan ada jawaban dari pertanyaan-pertanyaan pas sesi tadi? Kita masih bisa berinteraksi di google classroom.

Alhamdulillah sudah terisi semua... Terima kasih mas Roland, mas Giri, penyelenggara dan Classmates... Semoga kita semua sehat dan masih diberi kesempatan untuk mendapatkan ilmu di Kelas Bersama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUISI SAIHURONCERIK

*Challenge XVI* Salam Saihu Sai Hu Hudan Saihudan _Bismi Robbika_ Petualangan, pendakian, penyelaman, pendaratan, masih meminta tempuhan raga jiwa manusia. Segala jalan dicari, dikenali, dimaknai, ditafsiri agar diri merasa yakin pengembaraannya bermakna.  Seharian, kemarin 08/05/2020 kita masih ragu kadang malu malu menuang *Saihuronce* yang kadang asing di pendengaran pemirsaaahhhhh hehehee. Saihuronce sejatinya sedang membawa kita memaknai angka yang "kita anggap" bermakna sebagai sebuah ayat (tanda).  Challenge XV ada di pusaran mulut, lapisan bibir (eithhhh hati hati). Diwakili wujudiahnya dengan suku kata dan kata (Saihuronceka). Nah, pada Challenge XVI bergeser pada palung *Saihuroncerik,* yakni saihu yang meronce (mengurai dan menyusunnya kembali) angka yang menjadi pola saihu murni (3456/2256). Hmmmm ingat usia pendewasaan dan pematangan. Bagaimana lagi Saihuroncerik? Andai saja tubuh kita adalah kumpulan satuan organ luar _(surface structure)_ dan organ dalam _(deep...

PESAN RASULULLAH

"PESAN RASULULLAH SAW SEBELUM WAFAT" Sebelum malaikat Izrail diperintah Allah SWT untuk mencabut nyawa Nabi Muhammad, Allah berpesan kepada malaikat Jibril “Hai Jibril, jika kekasihku menolaknya, laranglah Izrail melakukan tugasnya!” Sungguh berharganya manusia yang satu ini yang tidak lain adalah Nabi Muhammad SAW... Di rumah Nabi Muhammad SAW, Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam... “Bolehkah saya masuk?” tanyanya... Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk sambil berkata, “Maafkanlah, ayahku sedang demam” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu... Kemudian Fatimah kembali menemani Nabi Muhammad SAW yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”. “Tak tahulah ayahku, sepertinya orang baru, karena baru sekali ini aku melihatnya” tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hend...