Langsung ke konten utama

REZEKI ANAK DAN MENANTU

By Planet


Pagi-pagi ku buka whatsapp lewat ponsel kesayangan
Hadiah dari ank dan menantu cantikku
Ketika mereka berdua
Mendapatkan rezeki dari gaji pertama

Subhanallah Allahu Akbar
Jodoh
Rezeki
Hidup
Mati
Itu semua milik Allah SWT
Rahasia yang ada dalam genggaman Allah SWT

Allah mengirimi Handphone terbaru
Melalui anak dan menantu cantik ku
Gaji pertama dari profesi Apotekernya
Gaji anakku gantengku dari kantornya

Bisa kuceritakan bagaimana awalnya ku dapat hadiah ini?

Berdua mereka membawaku dan suami
Menaiki mobil Brio putih
Menuju ke pusat belanja kota ini
Yang baru berdiri dan menjadi terbesar saat ini

Sampai sudah perjalanan tanpa waktu berjam-jam
Karena kami tinggal di kota ini.
Kami ambil parkir
Kami berjalan tak jauh dari pintu masuknya

Banyak pengunjung karena hari libur
Kebetulan ada juga arena bermain salju
Jadi penuh lah mobil di tempat parkir
Penuh juga di dalamnya

Lanjut memasuki gedung itu
Menaiki tangga eskalator satu persatu
Mulai lantai dasar hingga lantai yang dituju.
Aku lupa lantai berapa persisnya.
Yaa nanti kalau memang perlu bisa kembali bertanya dan mengingat nya.
Saat ini saya enggan buat mengingat itu.

Saya lagi ingin menulis apa yang menjadi kenangan ku
karena handphone ini sangat membantu Menemaniku dan sesuai kebutuhanku

Ketika sampai di pertokoan
Digandeng tangan ku memasuki toko handphone itu

Mulailah anak ganteng ku melihat dan memilih
Lalu dipanggil nya diriku

Mamah, sini lihat ini
Kuikuti panggilan itu
Ditunjukkan nya satu handphone padaku

Bertanya anak ganteng ku
Bagus tidak ini? Mamah suka tidak?
Bagus jawabku
Meski ku tak tahu kebenaran jawabku
Ku jawab bagus karena ku melihat harga yang terpajang di stand handphone ituu

Mahal begitu pasti bagus, begitu pikirku
Namun akan berbeda dengan gaya anak muda zaman now
Mereka bisa melihat dan membedakan
Spech-speck yang tercantum di brosur handphone itu

Kembali menegaskan anak ganteng dan menantu cantikku
Mamah kan suka video & foto-foto
Jadi pas dengan handphone ini

Handphone memory besar
Terus ada tiga kamera
Jadi ini cocok banget buat mamah
Sekarang tinggal mamah pilih warna
Begitu anak-anak menjelaskan padaku

Padahal saya pikir itu buat mereka
Bagiku asal bisa dipakai telepon sebenarnya sudah cukup

Sempat saya menolak karena itu belum urgent buatku
Namun anak-anak sangat paham hobby ku
Dan tentu tak bisa menolak lagi
Karena mereka ingin membahagiakan ku

Akhirnya kuterima hadiah itu
Iyaa handphone dengan spesifikasi baru
Mereka berterimakasih
Terpancar bahagia diwajahnya
Setelah kuterima hadiah itu

Mereka tambahkan lagi memory eksternal
Tanpa kuminta dengan kapasitas besar
Biar mamah bisa puas kalau lagi bikin video

Subhanallah
Alhamdulillah
Allahu Akbar
Terima kasih yaa Allah
Sudah mengirim kan anak-anak yang sholeh dan sholehah
Itu sudah sangat membahagiakan ku

Setelah selesai kembali mereka berpesan
Harus dipakai yaa mamah
Iyaa jawab ku
Namun saya harus belajar dulu
Orang tua tentu tidak seperti anak zaman now yang langsung paham dan melek ITU

Beberapa hari handphone itu tetep di kotaknya setelah dicharge penuh terlebih dahulu.

Nomor sudah diisi yang baru
Akhirnya anak-anak itu kembali ke rumahnya
Selama seminggu handphone itu tetep di kotak bermerek itu

Hingga akhirnya ku ditelfon dan ada yang bertanya dari jauh
Mamah handphone nya belum dipakai yaa
Kok tahu jawab ku
Ternyata pertanyaan ku adalah semakin terlihat gaptek ku

Anak-anak ingin membawaku maju
Sesuai zaman teknologi 4.1
Akhirnya ku jawab iyaa
Mamah langsung pakai handphone itu.

Dan pagi ini handphone ini
menemani curhat pagi ku
Dengan tulisan tanpa ide
Namun karena kasih sayang dan rindu ku
Pada anak, menantu juga cucuku

Semoga selalu sehat
Selalu sukses
Selalu dalam ridho Illahi Robbi
Barokah hidup barokah rezeki
Selamat sukses dunia akherat


Tekukur
Senin pagi
10.44
22 maret 2020


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUISI SAIHURONCERIK

*Challenge XVI* Salam Saihu Sai Hu Hudan Saihudan _Bismi Robbika_ Petualangan, pendakian, penyelaman, pendaratan, masih meminta tempuhan raga jiwa manusia. Segala jalan dicari, dikenali, dimaknai, ditafsiri agar diri merasa yakin pengembaraannya bermakna.  Seharian, kemarin 08/05/2020 kita masih ragu kadang malu malu menuang *Saihuronce* yang kadang asing di pendengaran pemirsaaahhhhh hehehee. Saihuronce sejatinya sedang membawa kita memaknai angka yang "kita anggap" bermakna sebagai sebuah ayat (tanda).  Challenge XV ada di pusaran mulut, lapisan bibir (eithhhh hati hati). Diwakili wujudiahnya dengan suku kata dan kata (Saihuronceka). Nah, pada Challenge XVI bergeser pada palung *Saihuroncerik,* yakni saihu yang meronce (mengurai dan menyusunnya kembali) angka yang menjadi pola saihu murni (3456/2256). Hmmmm ingat usia pendewasaan dan pematangan. Bagaimana lagi Saihuroncerik? Andai saja tubuh kita adalah kumpulan satuan organ luar _(surface structure)_ dan organ dalam _(deep...

PESAN RASULULLAH

"PESAN RASULULLAH SAW SEBELUM WAFAT" Sebelum malaikat Izrail diperintah Allah SWT untuk mencabut nyawa Nabi Muhammad, Allah berpesan kepada malaikat Jibril “Hai Jibril, jika kekasihku menolaknya, laranglah Izrail melakukan tugasnya!” Sungguh berharganya manusia yang satu ini yang tidak lain adalah Nabi Muhammad SAW... Di rumah Nabi Muhammad SAW, Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam... “Bolehkah saya masuk?” tanyanya... Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk sambil berkata, “Maafkanlah, ayahku sedang demam” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu... Kemudian Fatimah kembali menemani Nabi Muhammad SAW yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”. “Tak tahulah ayahku, sepertinya orang baru, karena baru sekali ini aku melihatnya” tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hend...