Langsung ke konten utama

KULINER LOKAL

Kuliner di Dapur Solo

Awal jalan hanya satu tujuan, yaitu menuju kapolda Banten buat ambil STNK motor yang jadwalnya telah bisa diambil minggu kemaren. Tidak terlalu ribet buat ngambil  perpanjangan STNK, cukup registrasi langsung antri di loket, langsung maju ambil sesuai antrian. Selesai.
Karena libur masih pagi maka kita mampir ke mos, pilih-pilih awal windows shipping di matahari. 
Biasa klo lihat pajangan baju lgsg mata tertarik tak berkedip. Sy & anak pilih pilih mulai dr baju brokat hingga rok yg sesuai, lalu pilih lihat kaos. Trus boneka buat lucu imut. Belum pecel kita lanjut ke parfum. Waah promo parfum. Harga seperti biasa tp dapat dua botol besar. Wangi awet 12 jam. Selesai parfum kita lanjut keliling hypermarket. 
Biasa di hypermart pilih kebutuhan dapur & isi kulkas yang telah kosong. Bulan ini emang belum belanja, jd sekalian jalan aja. Mumpung lagi kumpul juga dengan my little family. Selesai keliling pasti laper. 
Tadi pas jalan dari matahari ke hypermart kita lihat ada Dapur Solo. Sekalian mengobati kampung halaman, maka kami pilih menu lokal dari Keraton Jawa  tersebut.
Restoran dapur solo jadi pilihan weekend kali ini. Pilhan menu pasti yang udh familiar dg lidah kita. Gudeg jogya sm nasi langgi, minumnya juga tetep yg ndeso saja. Teh manis anget.
Sambil nunggu hidangan dateng kita bisa demgerin lagu lagu tradisional Jawa karya p. Mantos & Campursari yg msh lekat dengan seni klasik gamelan Jawa Tengah.
 Udh hampir 2 lagu terdengar pas juga hidangan datang. Akhirnya satu persatu makanan diicip dikit, dan lanjut akhirnya ludes oleh rasa lapar kita bertiga
Ternyata tidaklah mahal. Perut super kenyang, enak sesuai selera tradisional lidah Jawa saya.
Akhirnya little family bersiap pulang, kita hampiri troly tempat belanjaan, kami ambil dan ke tempat parkir.
 Ditempat parkir ngobrol bentar dg penjaga parkir buat bertanya arah keluar  masuk, krn terlihat ada perubahan lokasi parkir, meski ada petunjuk jalur, namun bolehlah kita menyapa petugas yang telah ikhlas menjaga mobil kita dengan baik, sambil mengucapkan terima kasih. Ternyata semua pintu boleh kita lewati.

Oh iyaa td kita pesan nasi langgi & nasi gudeg jogya yg sdh fenomenal bagi lidah lokal orang Jawa & Yogya.
Kluar dr pintu parkir mobil lgsg melaju mengarah ke pintu tol. Perjalanan lewat jln tol pasti lebih lancar lebih cepat lebih nyaman krn berjalan. Akhirnya kita sampai rumah. Itu dulu crita perjalan hari ini dari pagi sampai siang hari ini. Jadi bahagia dalam kebersamaan tidak harus perjalanan jauh dan mahal. Salam sehat salam sukses dunia akherat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUISI SAIHURONCERIK

*Challenge XVI* Salam Saihu Sai Hu Hudan Saihudan _Bismi Robbika_ Petualangan, pendakian, penyelaman, pendaratan, masih meminta tempuhan raga jiwa manusia. Segala jalan dicari, dikenali, dimaknai, ditafsiri agar diri merasa yakin pengembaraannya bermakna.  Seharian, kemarin 08/05/2020 kita masih ragu kadang malu malu menuang *Saihuronce* yang kadang asing di pendengaran pemirsaaahhhhh hehehee. Saihuronce sejatinya sedang membawa kita memaknai angka yang "kita anggap" bermakna sebagai sebuah ayat (tanda).  Challenge XV ada di pusaran mulut, lapisan bibir (eithhhh hati hati). Diwakili wujudiahnya dengan suku kata dan kata (Saihuronceka). Nah, pada Challenge XVI bergeser pada palung *Saihuroncerik,* yakni saihu yang meronce (mengurai dan menyusunnya kembali) angka yang menjadi pola saihu murni (3456/2256). Hmmmm ingat usia pendewasaan dan pematangan. Bagaimana lagi Saihuroncerik? Andai saja tubuh kita adalah kumpulan satuan organ luar _(surface structure)_ dan organ dalam _(deep...

PESAN RASULULLAH

"PESAN RASULULLAH SAW SEBELUM WAFAT" Sebelum malaikat Izrail diperintah Allah SWT untuk mencabut nyawa Nabi Muhammad, Allah berpesan kepada malaikat Jibril “Hai Jibril, jika kekasihku menolaknya, laranglah Izrail melakukan tugasnya!” Sungguh berharganya manusia yang satu ini yang tidak lain adalah Nabi Muhammad SAW... Di rumah Nabi Muhammad SAW, Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam... “Bolehkah saya masuk?” tanyanya... Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk sambil berkata, “Maafkanlah, ayahku sedang demam” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu... Kemudian Fatimah kembali menemani Nabi Muhammad SAW yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”. “Tak tahulah ayahku, sepertinya orang baru, karena baru sekali ini aku melihatnya” tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hend...