Langsung ke konten utama

AKTIVITAS PAGI

Menulis Tanpa Ide
By. Planet

Pagi ini, seperti biasa bangun pagi sholat subuh, langsung bersiap rutinitas rumah tangga seperti biasa, selanjutnya bersiap diri ke sekolah.
Hari ini adalah pelaksanaan hari pertama PPH kls 7-8 & TO 3 buat kelas 9.
 Jam 07.15, masuk kelas, manfaat waktu 10 menit untuk tadaruz, dan mulai jam 07.30 sudah siap mengerjakan soal hingga jam 09.30WIB untuk sesi 1.
Sesi dua, dilaksanakan mulai jam 09.45 sd. 11.45.
Materi hari ini sesi 1 adalah mapel bahasa  Indonesia. Sesi 2 mapel PAI.
Tadi pagi sampai di sekolah saya langsung disambut kebiasaan 5S dari anak-anak & Teman-teman guru yg piket penerima kehadiran yang dilakukan tiap pagi dan menjadi budaya literasi.
Terdengar bell pagi berbunyi, tanda semua harus masuk kelas sesuai ruang ujian masing masing.
Sudah menjadi kebiasaan dan tradisi di sekolah ini  bahwa sebelum belajar selalu diawali dengan tadaruz yg dipimpin oleh ustad ustad guru mata pelajaran PAI. Ustad kita Bpk Zaenal Mutaqin, M. Pd.
 Saya mengawas di Ruang 9. Terlihat anak-anak semua sudah mulai mengerjakan soal TO. Semua sama tekunnya,tidak ribut & tidak bercanda. Semua mengerjakan soal masing masing dg penuh percaya diri.
Mereka memakai seragam putih biru, putra bawahan celana panjang, yg putri bawahan rok biru  berdasi panjang menjulur sampai ke batas pinggang. Yg putri selain pake dasi, mereka berkerudung putih. Di dada sebelah kiri menempel bendera merah putih. 
Semua Duduk rapi, dg alat tulis yang sdh siap dan membawa dari rumah masing-masing.
Sesi ke dua saya bergeser mengawas di ruang 10.
Berada di dalam ruang 10. Sama spt ruang 9, ruang ini juga hening, tenang, nyaman, bekerja dengan penuh percaya diri. Itu memang sudah dijadikan kebiasaan dan pengembangan pendidikan karakter serta penumbuhan sikap berbudi pekerti luhur.

Dinding ruang warna crem lebih ke kuning muda atau putih tulang.
Kursi yg dipake adalah sumbangan bantuan BOS tertulis tahun 2015. Sekarang sdh thn 2020 namun masih bagus dan bersih dari coretan.
Beberapa benda ada yg menempel di dinding belakang dan samping kanan kiri. Mulai dari gambar ada peta Indonesia, ada kaligrafi, ada organigram kelas, ada kalender tahun 2020, ada juga slogan tertulis "gaya hidup bebas plastik' dan slogan himbauan untuk menghemat pemakaian listrik.
Dinding bagian depan ada foto Bpk presiden & wakil presiden, serta di tengah tengah ada lambang burung garuda Pancasila.
Ada papan tulis putih memanjang & lebar. Ada layar televisi yang dapat dipakai online & bisa nyambung ke berbagai chanel yang digunakan saat belajar.
Kemudian ada papan daftar absensi, dan kartu inventaris ruangan.
Ada yg terlewat  dibelakang kursi anak-anak ada lemari juga rak buku, berderet rapi. Lemari dengan loker itu milik masing masing anggota kelas ini tentunya. Ada juga kotak P3K, ada dispenser dan galon air di atasnya. Ada 3 buah kipas angin menempel di dinding bagian atas yg berputar memberi kesejukan saat berada di dalam ruang ini.
Alat kebersihan juga lengkap sehingga kelas terjaga kebersihan nya. Apalagi di sekolah ini ada program dilarang membawa dan membuang sampah di sekolah, jadi setiap ank wajib membawa botol minum & kotak makan dari rumah, meskipun jajan makanan di sekolah, sehingga tdk ada sampah yg tertinggal di sekolah. Itu semua adalah program OSIS bidang sanitasi & adiwiyata yg sedang digalakkan. Intinya kita menjaga kebersihan lingkungan, dengan program pengurangan sampah.
Kita belajarkan segala hal baik meskipun kecil perannya. Kita tanamkan dan kita tumbuhkan dari masing masing peserta didik meskipun mereka ada yang belum memahami manfaatnya. Pembelajaran yang kecil semoga dapat menjadikan perilaku & karakter anak-anak bangsa Indonesia mampu memberikan manfaat dalam menjaga kebersihan lingkungan hidup hingga dewasa dimana pun berada.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUISI SAIHURONCERIK

*Challenge XVI* Salam Saihu Sai Hu Hudan Saihudan _Bismi Robbika_ Petualangan, pendakian, penyelaman, pendaratan, masih meminta tempuhan raga jiwa manusia. Segala jalan dicari, dikenali, dimaknai, ditafsiri agar diri merasa yakin pengembaraannya bermakna.  Seharian, kemarin 08/05/2020 kita masih ragu kadang malu malu menuang *Saihuronce* yang kadang asing di pendengaran pemirsaaahhhhh hehehee. Saihuronce sejatinya sedang membawa kita memaknai angka yang "kita anggap" bermakna sebagai sebuah ayat (tanda).  Challenge XV ada di pusaran mulut, lapisan bibir (eithhhh hati hati). Diwakili wujudiahnya dengan suku kata dan kata (Saihuronceka). Nah, pada Challenge XVI bergeser pada palung *Saihuroncerik,* yakni saihu yang meronce (mengurai dan menyusunnya kembali) angka yang menjadi pola saihu murni (3456/2256). Hmmmm ingat usia pendewasaan dan pematangan. Bagaimana lagi Saihuroncerik? Andai saja tubuh kita adalah kumpulan satuan organ luar _(surface structure)_ dan organ dalam _(deep...

PESAN RASULULLAH

"PESAN RASULULLAH SAW SEBELUM WAFAT" Sebelum malaikat Izrail diperintah Allah SWT untuk mencabut nyawa Nabi Muhammad, Allah berpesan kepada malaikat Jibril “Hai Jibril, jika kekasihku menolaknya, laranglah Izrail melakukan tugasnya!” Sungguh berharganya manusia yang satu ini yang tidak lain adalah Nabi Muhammad SAW... Di rumah Nabi Muhammad SAW, Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam... “Bolehkah saya masuk?” tanyanya... Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk sambil berkata, “Maafkanlah, ayahku sedang demam” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu... Kemudian Fatimah kembali menemani Nabi Muhammad SAW yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”. “Tak tahulah ayahku, sepertinya orang baru, karena baru sekali ini aku melihatnya” tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hend...