Langsung ke konten utama

MENULIS PENTIGRAF

Workshop Menulis Online

Pemateri ;
Moderator : Om Jay
Peresume: Planet
Waktu: Minggu, 29 Maret 2020

Selamat malam, Bapak/Ibu Guru. Malam ini saya akan mengulas sedikit ilmu tentang pentigraf

Pentigraf adalah akronim dari cerpen tiga paragraf (alinea). Bukan sebarang tiga paragraf yang datar, melainkan ada kesimpulan di akhirnya, bahkan dibumbui dengan akhir yang manis atau menyedihkan.

Menurut DR. Tengsoe Tjahjono, penggagas pentigraf, yang kemudian disebut sebagai Presiden Kampung Pentigraf Indonesia, cerpen tiga paragraf ini merupakan cerita yang utuh.

Menurut beliau, pentigraf termasuk fiksi mini yang hanya dibatasi 3 paragraf.

Satu paragraf hanya memiliki satu gagasan pokok.

Ciri-cirinya:
Panjang tulisan adalah 3 paragraf

4. Sebagai cerpen, pentigraf memiliki ciri-ciri narasi, yaitu:
A. Alur (ada konfliknya)
B. Tokoh (yang menggerakkan alur)
C. Topik (persoalan yg dialami tokoh)
D. Latar (waktu, tempat, dan suasana)
[28/3 19.40] Wijaya Kusuma Inobel 2017: 3. Secara teknis penulisan di komputer: satu paragraf satu kali ENTER.
[28/3 19.40] Wijaya Kusuma Inobel 2017: PROSES KREATIF
Ide bisa diperoleh dari mana saja, terlebih dari pengalaman pribadi. Ide tersebut tidak dituangkan mentah-mentah seperti curahan hati atau menulis berita. Ide dikelola menjadi sebuah cerita baru yang menarik dalam kemasan dan bahasanya. Pentigraf boleh diawali dengan memunculkan konflik atau solusi atau pengenalan karakter tokoh. Endingnya pun beraneka macam. Ada yang membahagiakan, ada yang menyedihkan, ada pula yang twist atau memberikan kejutan.
[28/3 19.40] Wijaya Kusuma Inobel 2017: Dialog dalam pentigraf diminimalkan, diubah dalam bentuk narasi atau deskripsi. Namun, dialog diperlukan juga sebagai bumbu agar cerita tidak hambar sebagai kejutan tak terduga bagi pembaca.
[28/3 19.40] Wijaya Kusuma Inobel 2017: Intinya, jangan panjang-panjang, ringkas saja.
[28/3 19.40] Wijaya Kusuma Inobel 2017: Menurut Dr. Tengsoe, paragraf jangan terlalu panjang dan jangan terlalu banyak percakapan. Dalam paragraf maksimal hanya satu kalimat langsung. Panjang pentigraf sekitar 210 kata. Kalimat langsung pada paragraf kedua cukup satu saja.
[28/3 19.40] Wijaya Kusuma Inobel 2017: Yang perlu diperhatikan dalam menulis pentigraf adalah keringkasan. Anda mungkin bisa berpanjang-panjang kata untuk menyampaikan sebuah cerita. Namun, dalam flash fiction termasuk pentigraf Anda mencoba meringkas sebuah cerita ke dalam sebuah kotak kecil yang imut dan menarik hati. Ibarat Anda harus menuturkan sebuah kejadian ketika pulsa telepon Anda tinggal beberapa rupiah saja.
[28/3 19.40] Wijaya Kusuma Inobel 2017: STRUKTUR CERITA
[28/3 19.40] Wijaya Kusuma Inobel 2017: Struktur sebuah pentigraf adalah permulaan, tengah, dan penutup. Setiap bagian ini isilah dengan pembeda. Kisah harus terus bergerak maju lengkap dengan konfilk dan resolusi.
[28/3 19.40] Wijaya Kusuma Inobel 2017: Paragraf ketiga berupa resolusi atau kesimpulan. Ada twist di akhir kisah. Ini bumbu rahasia Anda. Di paragraf terakhir buatlah kesimpulan yang menarik dan berkesan sehingga mudah diingat oleh pembaca. Ada twist atau kejutan di akhir kisah, inilah bumbu rahasia Anda. Ada kejutan yang tidak terduga. Hal ini bisa membuat orang ingin membaca lagi dari awal.
[28/3 19.40] Wijaya Kusuma Inobel 2017: Paragraf kedua berisi alur, di dalamnya konflik yang dialami tokohnya. Hanya ada satu kalimat langsung. Dialog lainnya dinarasikan saja.
[28/3 19.40] Wijaya Kusuma Inobel 2017: Saya dapat tips dari guru pentigraf saya, Queen Erni seperti ini
[28/3 19.40] Wijaya Kusuma Inobel 2017: *Tata Cara Menulis Dialog yang Benar*

*1. Penggunaan tanda titik di akhir dialog*

Contoh salah : “Aku yakin dia pemenangnya”.

Contoh benar : “Aku yakin dia pemenangnya.”

*2. Tanda baca ditempatkan sebelum tanda kutip di akhir dialog.*

Apabila diiringi narasi, maka ketentuannya seperti ini :

Contoh salah : “Dia memang sangat berbakat.” menatap Bayu kagum.

Contoh benar : “Dia memang sangat berbakat.” Menatap Bayu kagum.

*Apa yang membedakannya? Huruf awal narasi. Yap.*

*Huruf awal narasi harus di dahului oleh kapital.*

*3. Jika narasinya berada di awal, maka ketentuannya seperti ini :*

Contoh salah : Andi tersenyum, “Kamu adalah sahabat terbaik.”

Contoh benar : Andi tersenyum. “Kamu adalah sahabat terbaik.”
Perbedaannya apa?

*Penggunaan tanda baca. Yup! Yang pertama kenapa salah? Kan, huruf awal dalam dialognya udah bener … pake kapital? Emang, sih. Tapi, penulis menggunakan tanda baca (,) yang seharusnya (.)*
[28/3 19.40] Wijaya Kusuma Inobel 2017: CONTOH PENTIGRAF 1

Kenapa Saya Bertahan Naik Ojek Saat Berangkat Sekolah?

Ada mobil jemputan sekolah, kenapa saya malah memilih naik ojek? Pertanyaan itu tidak hanya sekali saya dengar. Bahkan, beberapa teman dan guru pernah bertanya soal itu kepada saya. Tapi, saya tetap bergeming. Naik ojek pulang dan pergi ke sekolah adalah pilihan terbaik.

Naik ojek itu tidak harus bangun pagi karena penumpang yang diantar hanya saya sendiri, tidak harus putar-putar jemput penumpang lain. Tempat duduk juga lega karena bangku penumpang untuk saya seorang. Naik ojek juga luwes menerobos kemacetan. Pulang sekolah lebih enak lagi, saya ditunggui seperti punya sopir pribadi karena saya langganan ojek.

Saya tidak bosan naik ojek, bahkan saya sudah melakoni naik ojek sejak kelas 1 SD sampai SMP sekarang ini. Asyiknya, ojek saya tidak mau dibayar dan saya tidak terpikir untuk membayarnya. Sebab, ojek saya adalah bapak saya sendiri. Dia ojek pangkalan dan saya bangga bisa bersekolah berkat profesi bapak yang unik dan mulia itu.
[28/3 19.40] Wijaya Kusuma Inobel 2017: Pentigraf tersebut sangat simpel. Kata-katanya mudah dipahami anak-anak. Jelas, itu fiksi alias sekadar cerita rekaan. Meskipun demikian, anak-anak suka dengan cerita itu. Lantas, apa rahasianya cerpen tiga paragraf itu disukai? Ada bumbu rahasianya.
[28/3 19.40] Wijaya Kusuma Inobel 2017: Tengok paragraf pertama. Yakinkan bahwa bagian itu harus menarik, bikin penasaran, sampaikan problem atau topik.
[28/3 19.40] Wijaya Kusuma Inobel 2017: Tengok paragraf kedua. Pada bagian ini sampaikan argumen. Pilih argumen yang kuat, tidak klise, dan pakai kalimat pendek-pendek. Karakter tokoh bisa terbaca pada bagian ini.
[28/3 19.40] Wijaya Kusuma Inobel 2017: Tengok juga paragraf ketiga. Pilih kalimat kesimpulan yang paling berkesan. Berusahalah memasukkan twist hingga pembaca terkesima atau malah tertawa.
[28/3 19.40] Wijaya Kusuma Inobel 2017: Cocok ya cerita itu untuk anak SD-SMP? Nah, bagaimana untuk anak SMA/SMK?
[28/3 19.40] Wijaya Kusuma Inobel 2017: Ini contoh dari guru pentigraf saya lagi, Pak Taufik Sudjana.

CONTOH PENTIGRAF

*LAMPU MERAH JAMBU DUA*
Taufiq Sudjana

Lampu merah menghentikan semua kendaraan. Di simpang empat Jambu Dua, hujan masih belum reda. Tiba di sampingku seorang bocah basah kuyup menengadahkan tangan.

“Kamu sekolah di mana?” Sambil merogoh saku jaket, aku tanya bocah yang menghampiriku.

Bocah itu lari seketika bersama sekelompok orang yang berhamburan. Nampak di antara mereka yang mengacungkan clurit, samurai, dan ada yang memutar rantai berbandul gir. Apakah ini jawaban pertanyaanku tadi? Dia bersekolah di jalanan yang mengajarkan kekerasan dan tawuran.

_Buitenzorg, 21 Januari 2020_
[28/3 19.40] Wijaya Kusuma Inobel 2017: Singkat bukan? Tapi endingnya "nendang". Butuh latihan untuk bisa menulis seperti ini.
[28/3 19.40] Wijaya Kusuma Inobel 2017: MENEBANG POHON ARA
Siwi Dwi Saputra

"Aku nggak tahu harus bagaimana, Mbak," katanya terisak. Perempuan cantik itu bercerita tentang perkawinannya yang sedang diterpa badai. Secara tak sengaja dia mendapati bukti-bukti suaminya berselingkuh.

Pada suatu ketika, suaminya pamit pergi ke luar kota untuk urusan dinas. Sebagai istri yang baik dia percaya sepenuhnya. Sampai akhirnya tiga bulan kemudian, dia mendapati nota pembayaran di sebuah hotel di kota Y pada tanggal suaminya berkata dinas ke kota X. Dia limbung. Tak percaya.
"Haruskah aku meminta cerai?" tanyanya padaku.

Sebagai orang luar aku hanya bisa memberikan nasehat yang kuanggap bijak. Kuminta dia bersabar, memperbaiki dulu keadaan dan tunggu beberapa waktu. Rajin-rajinlah menyiangi, menyirami dan memupuk. Tunggu apa dia mampu menghasilkan buah. "Jangan tebang dulu pohon aranya!"
[28/3 19.40] Wijaya Kusuma Inobel 2017: Kalau untuk orang dewasa bagaimana? Hm...saya carikan contoh lain ya.
[28/3 19.40] Wijaya Kusuma Inobel 2017: Tema Perselingkuhan pada hidup perkawinan dewasa ini sungguh menjadi bayang-bayang menakutkan bagi kelanggengan hidup berumah tangga. Perselingkuhan selalu berakhir pada kehancuran mahligai suci tersebut.
[28/3 19.41] Wijaya Kusuma Inobel 2017: “Jangan tebang dulu pohon aranya!” Begitu nasihat yang diberikan. Mengapa? ‘Aku’ meminta perempuan itu melakukan sesuatu, yaitu menyiangi, menyirami, dan memupuk, untuk mengetahui apakah pohon ara itu bisa berbuah. Ini mungkin merupakan nasihat bijak yang ideal yang tidak mudah dituruti oleh si perempuan. Dalam kondisi seperti itu pengampunan akan sangat sulit dilaksanakan.
[28/3 19.41] Wijaya Kusuma Inobel 2017: Yang menarik dari pentigraf ini justru nasihat yang diberikan ‘aku’ kepada tokoh perempuan yang mengetahui bahwa suaminya telah melakukan perselingkuhan.
[28/3 19.41] Wijaya Kusuma Inobel 2017: Oleh karena itu pentigraf ini sengaja diakhiri dengan pola terbuka. Endingnya diserahkan kepada pembaca. Beranikah perempuan itu membiarkan pohon ara itu tumbuh, atau malah menebang dan membakarnya? Pembaca pun diajak memberikan jawaban sesuai dengan pandangan masing-masing. Ending seperti itu menjadi daya pikat lain dari pentigraf ini.
[28/3 19.41] Wijaya Kusuma Inobel 2017: Nah, saya pikir materinya sudah cukup ya, Bapak/Ibu. Tinggal praktiknya saja. 🙏😊
[28/3 19.41] Wijaya Kusuma Inobel 2017: Ada yang mau mencoba menulis pentigraf?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUISI SAIHURONCERIK

*Challenge XVI* Salam Saihu Sai Hu Hudan Saihudan _Bismi Robbika_ Petualangan, pendakian, penyelaman, pendaratan, masih meminta tempuhan raga jiwa manusia. Segala jalan dicari, dikenali, dimaknai, ditafsiri agar diri merasa yakin pengembaraannya bermakna.  Seharian, kemarin 08/05/2020 kita masih ragu kadang malu malu menuang *Saihuronce* yang kadang asing di pendengaran pemirsaaahhhhh hehehee. Saihuronce sejatinya sedang membawa kita memaknai angka yang "kita anggap" bermakna sebagai sebuah ayat (tanda).  Challenge XV ada di pusaran mulut, lapisan bibir (eithhhh hati hati). Diwakili wujudiahnya dengan suku kata dan kata (Saihuronceka). Nah, pada Challenge XVI bergeser pada palung *Saihuroncerik,* yakni saihu yang meronce (mengurai dan menyusunnya kembali) angka yang menjadi pola saihu murni (3456/2256). Hmmmm ingat usia pendewasaan dan pematangan. Bagaimana lagi Saihuroncerik? Andai saja tubuh kita adalah kumpulan satuan organ luar _(surface structure)_ dan organ dalam _(deep...

PESAN RASULULLAH

"PESAN RASULULLAH SAW SEBELUM WAFAT" Sebelum malaikat Izrail diperintah Allah SWT untuk mencabut nyawa Nabi Muhammad, Allah berpesan kepada malaikat Jibril “Hai Jibril, jika kekasihku menolaknya, laranglah Izrail melakukan tugasnya!” Sungguh berharganya manusia yang satu ini yang tidak lain adalah Nabi Muhammad SAW... Di rumah Nabi Muhammad SAW, Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam... “Bolehkah saya masuk?” tanyanya... Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk sambil berkata, “Maafkanlah, ayahku sedang demam” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu... Kemudian Fatimah kembali menemani Nabi Muhammad SAW yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”. “Tak tahulah ayahku, sepertinya orang baru, karena baru sekali ini aku melihatnya” tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hend...