Langsung ke konten utama

MENGELOLA & MENULIS BLOG

Belajar Menulis Gelombang 4
Pertemuan 2 :  Rabu, 4 Maret 2020
Waktu : Pukul 19.00 – 21.00 WIB
Pemateri :  Drs. Dedi Dwitagama, M. Si
Topik :  Mengelola atau Menulis Blog
Peresume :  Syafrina, s.Pd.SD (itsme-syafrinaazhra@gmail.com)
Materi yang didiskusikan semalam terpaksa hanya bisa disimak karena jaringan yang sangat kurang. Setiap sore Hp selalu mangkal di atas lemari dan dibuka setelah ada pesan masuk. Itupun yang bisa dibuka hanya WhatsApp, sedangkan untuk facebook, instagram dll tidak bisa. Saya mohon kepada pemerintah dan unsur terkait agar memperluas jaringan ke seluruh wilayah Indonesia khususnya di Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Membuat status di blog sebenarnya tidak terlalu sulit. Kalau mau yang gampang nggak bikin was-was, setiap anda kuliner makan apa saja di mana saja atau jalan-jalan sendiri dan bareng keluarga posting saja foto-foto dan sedikit penjelasannya di blog. Aman deh. Paling orang-orang dirimu pamer makan-makan terus. Kalau blog kita ya nggak apa-apa. Cuekin saja. Lha wong punya kita ya suka-suka kita dong.
Jika tidak sedang ada ide, baca saja blog orang lain di kompasiana, wordpress, dan lain-lain. Lakukan ATM (amati, tiru dan modifikasi) jadilah satu tulisan baru, ala kita sendiri.
Jika ide yang muncul atau ada keperluan posting bahan ajar, kita bisa lakukan saja menurut mood waktu itu, saat pelajaran sudah selesai dan  sedang liburan, saat happy lihat tumbuhan di rumah yang buahnya lebat, foto dan posting saja.
Posting tentang sekolah dengan foto sekolah anda dari berbagai sudut pandang plus cerita-cerita bagus yang pernah ada,  supaya bisa dibaca orang lain dan dikenang lama, atau pohon yang berbuah lebat. Pasti akan lebih menyenangkan.
Cerita lucu teman kita juga bisa ditulis dengan mengganti nama-nama yang terlibat, biar dibaca oleh anak-anak muda aktifis stand up komedi untuk bahan open mic or manggung dimana-mana, mereka dapat rezeki, kita dapat pahala kebaikan.
Atau tentang penyakit yang sering dianggap remeh dan cara mengatasinya.
Bayangkan bahwa yang baca tulisan kita itu berbagai latar belakang, jadi kita akan berusaha menulis dengan cara yang mudah dimengerti oleh siapa saja, lewat pembiasaan itu akan jadi mudah, mengalir begitu saja.
Pak Dedi menganalogikan facebook itu seperti mall besar yang banyak dikunjungi orang, dan ketika mau mencari sesuatu, seseorang harus masuk ke toko satu persatu, sementara blog itu sendiri seperti toko kita sendiri yang kita antar langsung ke pembaca lewat HP atau laptop. Dan pembaca langsung masuk ke toko kita tanpa melirik ke toko lain, dicopy saja tulisan di facebook, sertakan photo lalu upload di blog sehingga ada dua tulisan dalam satu ide. Bisa disimak oleh makin banyak orang.
Marilah kita selalu menulis, karena menulis lebih baik daripada ghibah dan dapat neraka. Menulis di  blog bisa membuat kita dapat tiket dan kamar hotel keliling Indonesia dan beberapa Negara di dunia. Amiin.
Sekolah harus dipamerkan kalau tidak ingin tenggelam ditelan masa. Perbanyak menulis tentang sekolah anda, jika ada khabar tak baik dikhabarkan  media terjadi di sekolah anda, berita buruk itu akan tenggelam oleh ratusan berita baik ynag sudah anda buat, jika dalam sehari kita posting satu khabar baik sekolah anda, maka setahun akan lebih 200 khabar  baik bertebaran di dunia maya, apalagi jika anda ajak murid menulis tentang sekolah anda dan posting di blog, instagram, youtube dengan judul mencantumkan nama sekolah anda. Wah dahsyat sekali. Orang-orang tentu ingin mengetahuinya.
Blog bisa jadi cara kita memberi manfaat buat alam semesta dengan mengabarkan kebaikan (walau satu posting ), dan kebaikan kita akan selalu berbalas, tinggal tunggu waktunya saja. Untuk bisa konsisten menulis di blog, rajinlah mengunjugi blog orang lain dan memodifikasi posting yang kita baca denga gaya menulis kita sendiri, di rea industry 4.0 blog bisa untuk personal braning diri kita, jika tulisan kita bermanfaat buat orang lain maka itulah sebaik-baik manusia yaitu bermanfaat bagi orang lain.
Dengan adanya ulasan materi semalam, saya merasa banyak sekali ketinggalan zaman. Harus tetap belajar dan belajar. Saya akui, kalau yang berhubungan dengan dunia maya, saya sangat gaptek. Harapan besar selesai pelatihan ini, saya bisa menjadi salah satu dari bintang-bintang bloger yang bertaburan di dunia maya.
Amiiin.
Solok, 05 Maret 2020

Komentar

  1. Blog bisa jadi cara kita memberi manfaat buat alam semesta dengan mengabarkan kebaikan (walau satu posting ), dan kebaikan kita akan selalu berbalas, tinggal tunggu waktunya saja.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUISI SAIHURONCERIK

*Challenge XVI* Salam Saihu Sai Hu Hudan Saihudan _Bismi Robbika_ Petualangan, pendakian, penyelaman, pendaratan, masih meminta tempuhan raga jiwa manusia. Segala jalan dicari, dikenali, dimaknai, ditafsiri agar diri merasa yakin pengembaraannya bermakna.  Seharian, kemarin 08/05/2020 kita masih ragu kadang malu malu menuang *Saihuronce* yang kadang asing di pendengaran pemirsaaahhhhh hehehee. Saihuronce sejatinya sedang membawa kita memaknai angka yang "kita anggap" bermakna sebagai sebuah ayat (tanda).  Challenge XV ada di pusaran mulut, lapisan bibir (eithhhh hati hati). Diwakili wujudiahnya dengan suku kata dan kata (Saihuronceka). Nah, pada Challenge XVI bergeser pada palung *Saihuroncerik,* yakni saihu yang meronce (mengurai dan menyusunnya kembali) angka yang menjadi pola saihu murni (3456/2256). Hmmmm ingat usia pendewasaan dan pematangan. Bagaimana lagi Saihuroncerik? Andai saja tubuh kita adalah kumpulan satuan organ luar _(surface structure)_ dan organ dalam _(deep...

PESAN RASULULLAH

"PESAN RASULULLAH SAW SEBELUM WAFAT" Sebelum malaikat Izrail diperintah Allah SWT untuk mencabut nyawa Nabi Muhammad, Allah berpesan kepada malaikat Jibril “Hai Jibril, jika kekasihku menolaknya, laranglah Izrail melakukan tugasnya!” Sungguh berharganya manusia yang satu ini yang tidak lain adalah Nabi Muhammad SAW... Di rumah Nabi Muhammad SAW, Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam... “Bolehkah saya masuk?” tanyanya... Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk sambil berkata, “Maafkanlah, ayahku sedang demam” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu... Kemudian Fatimah kembali menemani Nabi Muhammad SAW yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”. “Tak tahulah ayahku, sepertinya orang baru, karena baru sekali ini aku melihatnya” tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hend...