Langsung ke konten utama

INFO PENDIDIKAN

Yth.
Bapak Menteri, sesjen, dirjen dan irjen Kemdikbud.
Di Jakarta

Saya Daswatia Astuty kepala PPPPTK Mat jogya sekaligus sebg kord UPT KEMENDIKBUD DIY menyampaikan keterangan setelah melakukan kunjungan kepada polres Sleman sehubungan  dengan ditahannya 3 org guru SMP N  l Turi. Yg telah beredar dlm bentuk video.
1. Kunjungan dilakukan pada hari hari Rabu 26 Februari 2020 dalam rombongan ikut kepala PPPPTK seni budaya Ibu sarjilah, kabag umum senbud Bpk Joko saroso dan kabag umum PPPPTK Mat ibu Nunik sukeksi.
2. Rombongan kami diterima oleh wakapolres bpk Kompol M Akbar Bantilan SIK MM
3. Setelah menyampaikan maksud kedatangan kami, kami lgs dipertemukan dg guru2 yg ditahan tersebut. ( bp Riyanto, bp Danang dewa Subroto dan  bp Isfan Yopi Andrea)
4. Gambar yg di vidio itu benar diambil ketika guru2 kita berjln dari tempat pemeriksaan ke tempat penahanan.  Satu2nya jalan yg dilewati utk pemeriksaan disitu sudah menunggu wartawan berkumpul.  Proses itu ada yg merekam. Shg kita bisa melihat videonya.
5. Kita terganggu melihat  kondisi guru kita yg berpakaian kaos seragam orange, kepala digundul dan bertelanjang kaki. Dari hasil tanya jawab dg guru2 itu terungkap bhw guru kita sendiri yg meminta rambut digundul dan berpakaian kaos seragam dg bertelanjang kaki, dg alasan keamanan mereka melakukan penyamaran krn didlm tahanan itu terdapat tahan lain sejumlah 22 org dan satu kamar dihuni  6 orang bersama dg tahanan lain. Jadi tidak seperti yg kita pikirkan.
6. Keadaan guru2 kita dlm keadaan baik, tdk ada tekanan dr pihak keamanan, bahkan mereka berterima kasih dg perlakuan petugas kepolisian. Mereka dalam keadaan sehat, kondisi klg juga baik dan bisa memahami apa yg terjadi. (rekaman pernyataan guru tersebut kami simpan).
Satu2nya keluhan ada pada pak Yopi yg meminta pendampingan untuk putranya yg sementara bersiap untuk menghadapi ujian SD.
Demikian laporan ini sy buat dg sebenar2 nya untuk meluruskan pemberitaan yg ada.
Sy bangga melihat ke 3 guru2 kita yg dengan tabah mengatakan bersedia menanggung resiko yg ada. Terima kasih . Daswatia astuty cc ibu unifah ketua  PGRI dan wakapolres Sleman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUISI SAIHURONCERIK

*Challenge XVI* Salam Saihu Sai Hu Hudan Saihudan _Bismi Robbika_ Petualangan, pendakian, penyelaman, pendaratan, masih meminta tempuhan raga jiwa manusia. Segala jalan dicari, dikenali, dimaknai, ditafsiri agar diri merasa yakin pengembaraannya bermakna.  Seharian, kemarin 08/05/2020 kita masih ragu kadang malu malu menuang *Saihuronce* yang kadang asing di pendengaran pemirsaaahhhhh hehehee. Saihuronce sejatinya sedang membawa kita memaknai angka yang "kita anggap" bermakna sebagai sebuah ayat (tanda).  Challenge XV ada di pusaran mulut, lapisan bibir (eithhhh hati hati). Diwakili wujudiahnya dengan suku kata dan kata (Saihuronceka). Nah, pada Challenge XVI bergeser pada palung *Saihuroncerik,* yakni saihu yang meronce (mengurai dan menyusunnya kembali) angka yang menjadi pola saihu murni (3456/2256). Hmmmm ingat usia pendewasaan dan pematangan. Bagaimana lagi Saihuroncerik? Andai saja tubuh kita adalah kumpulan satuan organ luar _(surface structure)_ dan organ dalam _(deep...

PESAN RASULULLAH

"PESAN RASULULLAH SAW SEBELUM WAFAT" Sebelum malaikat Izrail diperintah Allah SWT untuk mencabut nyawa Nabi Muhammad, Allah berpesan kepada malaikat Jibril “Hai Jibril, jika kekasihku menolaknya, laranglah Izrail melakukan tugasnya!” Sungguh berharganya manusia yang satu ini yang tidak lain adalah Nabi Muhammad SAW... Di rumah Nabi Muhammad SAW, Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam... “Bolehkah saya masuk?” tanyanya... Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk sambil berkata, “Maafkanlah, ayahku sedang demam” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu... Kemudian Fatimah kembali menemani Nabi Muhammad SAW yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”. “Tak tahulah ayahku, sepertinya orang baru, karena baru sekali ini aku melihatnya” tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hend...