Langsung ke konten utama

BELAJAR DI RUMAH UTAMAKAN KESEHATAN BANGSA

Materi : Belajar di Rumah
Senin, 16 maret 2020
Waktu : 19.30 sd selesai.
Peresume: by Planet

Assalamu'alaikum, om jay mengucapkan salam.

Langsung posting pertanyaan dari salah satu peserta NTT.

Seorang peserta dari NTT bertanya kepada saya, "selamat malam bapak, sekolah saya di pelosok  listrik hanya menyala pada malam hari, untuk jaringan internet juga tidak stabil  pembelajaran dalam jaringan mudah-mudahan bisa kami lakukan jika kondisi listrik sudah 24 jam, atau sinyal internet sudah stabil plus ada bantuan komputer atau minimal tabletlah dari pemerintah, apa yang bisa kami lakukan?

Silahkan anda berkomentar dan memberikan pendapat bila anda berada dalam kondisi seperti itu, lanjut om Jay. Berikut berbagai macam jawaban yang didapat dari peserta:
1. Menurut saya tidak perlu dipaksakan pembelajaran online kalau keadaan tidak memungkinkan. Kasih penugasan rumah aja. Kumpulkan saat masuk sekolah.

2. Fokus pada kesehatan, mendukung sepenuhnya program pemerintah tentang korona.

3. Belajar sekedarnya saja, tidak perlu terlalu di ujikendalikan. Beri siswa kebebasan untuk belajar dengan caranya sendiri.

4. Guru siapkan amplop amplop materi, serahkan kepada ortunya, berikan satu amplop 1 hari tentang materi tersebut dan jadikan projeck.

5. Dalam pembelajarannya jaga kesehatan membuat laporan portofolio menuliskan menurut bahasa siswa materi yang telah dibaca, membuat mind map bacaan,  apapun bisa diberikan tugas untuk siswa. dikumpulkan pas ketemu. apabila tak ada sarana listrik...pas online infokan ke grup siswa.

6. Membuat laporan diari setiap hari, di kertas HVS, tanggal 14-31. ttg apa yg dipelajari dirumah.

7. Selama 14 hari, guru bisa membuat aplikasi merdeka belajar. Bisa dibuat inovasi pembelajaran.

8. Biarkan anak menulis, kalau sudah menulis, sudah tentu nilainya 100 karena, memberi arti bahwa dia telah banyak membaca

9. Menurut pendapat saya, kita tidak usah memaksakan diri untuk melakukan pembelajaran daring bila belum siap. Baik itu siap dari sarananya (listrik, alat - alat TIK, dan jaringan), dan belum siap karena kompetensi guru dalam menggunakan TIK masih terbatas. Pembelajaran daring adalah salah satu opsi. Bukan satu - satunya.

10.Menurut saya untuk kebutuhan listrik memang berat, kecuali sudah ada alternatif sumber energi yang tidak bergantung pada pemerintah. Sekedar cerita, pernah lihat di TV ada wanita pelopor energi alternatif yang sudah keliling dunia, tapi persisnya dari mana lupa Untuk tablet sebetulnya bisa menggunakan dana bantuan pemerintah yg tahun ini dinaikkan nominalnya. Tentu saja setelah pembiayaan guru honorer sudah terpenuhi secara optimal dan maksimal. Dg catatan tidak ada lagi sulap menyulap SPJ ataupun mark up anggaran/pembelanjaan.

11. Jawaban satu lagi, gunakan wifi tanpa jaringan internet.

12. Bisa juga dengan metode grup ini. Kita menggunakan WA Group.

13. Beli genset utk solusi masalah Listrik.

14. Usul sarpras surya panel, lebih ekonomois, rakit sendiri lihat di youtube.

15. Tidak semua anak di sekolah saya yang orang tuanya memegang HP android, jadi ketika sekarang ada libur 2 minggu saya kasih tugas tiap hari lewat WA dengan mencantumkan hari dan tanggal dan meminta tolong agar temannya memberitahukan teman yang tidak punya hp tersebut. Tugas tentunya materi yang sudah dipelajari.

16. Betul, kami yg dipelosok negeri belum ada apa-apa, tahun lalu sudah ada bos afirmasi tapis ampai saat ini blm ada info bos afirmasi cair atau dananya dikembalikan.

21. Atau temui Pemerintah kabupaten, OPD kominfo, ESDM, PLN, Minta saran terbaik dari para ahli disana, saran yang lengkap dan bisa di wujudkan, agar PBM yang diharapkan bisa terselenggara.

22. Anak menulis pakai buku tulis yang ada, biarkan mereka berkarya...apapun tulisan mereka beri penghargaan, berikutnya akan lebih bagus lagi

23. Menurut saya tetep tidak efektif, apalagi medianya hanya menggunakan chat whatsapp, karena konsentrasi anak akan jauh berbeda dengan ketika tatap muka.

25. Peran guru sangat diharapkan. Karena internet hanya malam 1.materi yang akan diajarkan di download dulu. Jadi ketika di kelas. sudah bisa di sampaikan secara offline.

26. Pembelajaran secara online. Karena internet hanya pada malam hari. Kita bisa pembelajaran secara online malam hari. itulah kemudahan teknologi tak ada lagi batasan waktu dan jarak, semua bisa dikafer. Tergantung kreatifitas dan bagaimana kita menyikapi sebuah kekurangan

27. ajukan proposal untuk program CSR kebeberapa perusahaan, ad bbrp yg mw suport full ttg peningkatan fasilitas sekolah, bahkan sampai proses penjaminan mutu sekolah sebut sajah PT. A

28. Jika sarana pendukung (listrik,koneksi internet,komputer/lptop) sdh siap langkah selanjutnya adalah mempersiapkan guru2 yang akan menyampaikan materi secara daring.komunikasikan media apa yg cocok digunakan. Apakah pakai aplikasi e-learning yg sdh ad atau media lain yg dirasa mudah diterapkan.

29. Pembelajaran dlm jaringan saat ini sangat penting diterapkan.trutama utk stuasi2 tertentu.

30. Buat form lembar tugas , ala agenda ramadhan,, bagikan kpd siswa, Jika tdk ada perangkat.

31. Hal yang saya lakukan mengajukan proposal untuk mohon bantuan kepada pemerintah minimal dinas pendidikkan untuk ikut membantu demi kemajuan pendidikkan dan berkualitas.

32. Siswa bisa belajar computational thinking

33. materinya ada di buku Informatika yang diterbitkan Penerbit ANDI Yogyakarta.

34. Saya setuju sarana & pra sarana sangat dibutuhkan utk pembelajaran daring apalagi daerah yg belum terjangkau internet perlu dipersiapkan oleh pemerintah/masyarakatnya terlebih dahulu.

35. mkasih Kesempatannta Om J. menurut pengamatan dan pengalaman lama, ada 3 cara yg dpt ditempuh: 1. Japen 2 jamen dan 3.Japang. 1. Japen: libatkan pemuka kampung/ msy kaya dg infak wajib 1 HP   untuk mendanai satu rumah warganya yg sekolah. 2. Dengan menjalankan sumbangan sukarela ke perantau Maluku di luar daerah di perkumpulannya. 3. jangka panjang, pembrrdayaan warga kampung sendiri dengan sistem simpanan bajapuik berupa beras genggam atau uang recehan, di gabung perpekan lalu dibelikan hp dg sistem arisan . cara pertama telah dilakukan oleh pemuka msyrkt  Pandam Gadang suliki di saat membiayai kuliahnya Tan Malaka ke Belanda, atas usul Bu Horensma, nama yayasan itu Engkufonds.

36. Apakah siswa sebagian besar punya HP? Jika YA : Berikan tugas membuat vlog 5 menit apa saja yg mereka pelajari sesuai materi per hari. Bentuk tugas bisa individu/kelompok. File video dikumpulkan ketika masuk sekolah. Jika TIDAK : Siswa diminta mengumpulkan resume/mind mapping materi per hari di selembar kertas/di buku catatannya.

37. Saya mencoba menceritakan pembelajaran yang digagas sekolah TK anak saya: sekalipun ditempat kami berada saat ini listrik dan jaringan cukup baik, namun kondisi ekonomi yang beragam membuat pembelajaran daring sulit untuk dilakukan. Solusi dari sekolah adalah memberikan cetak tugas kepada orang tua, dan orang tua diminta bekerjasama mengatur ritme belajar siswa. Demikian pengalaman yang saya peroleh dari sekolah anak saya.

38. Ditempat saya banyak sekolah dan sd, smp, dan sma yg tidak terjangkau oleh sinyal enternit d listrik.. Tetapi dtahun 2019 mereka jg bisa melaksanakan unbk... Dengan adanya kontrak pemda dengan pln d TELKOMSEL... Daerah saya Balangan kaya dengan tambang batubara.

39. Ini om jay, contoh dedikasi guru tanpa sinyal nyari sinyal sampe pinggir laut.

40. Kalau mnurut saya...kita harus memperhatikan karakteristik siswa. Contohnya d sekolah saya tidak semua siswa punya hp...kadang ada yg punya hp namun paket datanya g ada... Karean perekonomian kita yg berbeda beda.

41. Kita tidak bisa memaksakan satu metode ke semua siswa...dan juga kita harus bersikap adil.

42. Apalagi mengingat hanya d liburkan selama 2 minggu...kurang lebih kita hanya kehilangan 2-3   kali pertemuan... Biarlah siswa belajar dengan cara mereka sendiri... Cukup hanya pemberian tugas/pr utk memperdalam materi yg telah lalu.

43. Kalau di SD, libur 2 minggu, berarti guru kelas kehilangan 12 pembelajaran (krn 1 hari 1 pembelajaran)

44. menurut saya cara yg paling efektif adalah dengan membuat kumpulan lembar kerja peserta didik untuk setiap harinya. karena pengalaman stelah sehari ini mengadakan kelas virtual masih ada beberapa siswa dan orang tua yg belum memberikan perhatian terhadap tugas online yg diberikan.

45. Saya kab.Balangan..Kalsel.. Kab. Baru dresmikan.. Dekat dengan wacana ibu kota pindah.. Itu sekitar  30 km dari tempat saya.. Dtempat saya masih banyak masyarakat nya yg tdk tersentuh dgn pendidikan.. Aparat d pegawai nya rata 2 pendatang.. Bahkan hampir sama 80 persen dari jawa.

46. Kebetulan ditempat kami jaringan internet lumayan stabil tp  sarana tdk memadai. Tdk semua wali murid punya HP jd utk pembelajaran daring kita kesulitan.  Solusi yg kita ambil  memberikan tugas utk d kerjakan d rmh.

47. Menurut saya,,, saya juga mengajar didaerah yg jaringan boleh dikatakan tidak ada,,, hal yang saya lakukan adalah saya bekerjasama dg orang tua,,,, meminta orang tua memantau anaknya dalam belajar,,, buku belajar saya berikan ke anak, setiap hari anak menulis informasi  penting yg terdapat pada bacaan yg dibacanya dg bahsa sendiri,,, sehingga 12 hari libur berarti siswa tetap belajar,,,namun setiap hari kita kontrol orang tua dg nelfon atau sms,,,, karna ada sebagian orang tua hp nya tidak ada wa,,,memang butuh usaha dan pengorbanan,,, nanti kalo sudah skolah kita lihat semua tugas siswa,,, mana yg rasanya kurang dipahami anak, itu yg kita diskusikan,

48. Menurut saya guru merencanakan dulu tugad yg akan diberikan. Dan fi share lewat WA.  Jika tdk punya hp diberitahu teman yg rumahnya dekat ( sebagai pendidikan karakter.) Peserta didik mengerjakan tugas.  Dan dikumpulkan jika sudah masuk sekolah. Jika listrik tdk ada. Datang ke tetangga terdekat. Dan minta ijin yang punya listrik dan jaringan Wi-Fi . Untuk menyelesaikan tugas. Karena ekonomi peserta didik berbeda antara satu dengan yg lainnya.

49. Hhmm..iya bu saya lupa mempertimbangkan yg SD. Walaupun demikian menurt saya juga tidak perlu dipaksakan merekan utk belajar...apalagi masih SD..mnurt perkembangannya...meman masa2 mereka sangat gemar utk bermaian...apak efektif jika digunakan metode daring ke mereka?

50. Kalau di saya tidak efektif. Krn gurunya
Saja tidak paham ttg pembelajaran daring, sekalipun pakai WA. Apalagi siswanya. Latar belakang ortu sebagian besar petani. Yg punha hp android dalam satu kelas, paling 2 - 3 orang tua. Anak tidak punya sama sekali.

51. anak didik bekerja sesuai hobinya permapel dalam bentuk karya keterampilan jadi dan bentuk laporan tertulis sederhana langkah kerjanya.

52. Iya kalo daring,,, tidak bisa dilakukan didaerah terpencil seperri skolah saya,,,, orang tua ajja bnyak yg gak ada android cuma hp tulalit

53. Metode daringnya lewat WA aja, diberi tugas orangtuanya juga ikut menyimak dan membimbing, kalau anak sudah menyelesaikan tugas dari guru orangtua langsung menandatangani.

54. Di daerah sy, kebanyakannya buku siswa tidak dibawa pulang oleh siswa. Ada bbrpa pertimbangan khusus. Termasuk raport juga. Disimpan di sekolah

55. Belajar sambil bermain saya rasa masih efektif untuk anak di tingkat sekolah dasar.
56. Betul pak naf, kalau saya sengaja ngasih tugasnya lewat WA biar ortunya juga ikut berpartisipasi krn tugas saya usahakan tiap hari, sejauh ini walau masih satu hari orang tua selalu respon dan menyetor hasil tugas anaknya, tentunya ada tanda tangan ortunya, semoga lancar sampai 2 minggu kedepan. Dan ketika nanti masuk tugas anak2 lengkap.

57. Klo d skolh sy juga sm om jay meski skolh unggulan, favorit, dsb, sebutannya skrg ga ada, krn zonasi.

58. Ank ank tdk semua punya HP. Krn zonasi. Jd guru hrs pinter menyesuaikan kondisi peserta didik.

59. Nah td pagi kita breefing antara kepsek, guru & seluruh karyawan dlm rangka menyikapi kebijakan pemerintah. Khususnya wilayah kami.

60. Nah, dengan situasi yg mendadak, & tidak semua punya gedget, WA & medsos yg bisa berpetualang di dunia maya, maka Bpk kepsek & kesepakatan bersama, semua guru langsung saat itu membuat penugasan yg bersifat pembelajaran dan bisa dikerjakan di rumah masing-masing
peserta didik, tanpa hrs keluar rumah.

61. Semua tugas yg berlangsung sesuai dengan rencana pembelajaran selama libur, dan sesuai jumlah jam mengajar.

62. Pembelajaran yg dilakukan ditulis atau diketik kemudian diserahkan kepada kurikulum.

63. Kurikulum setelah terkumpul semua rencana pembelajaran yg dibuat oleh guru, untuk pembelajaran di rumah tsb, kemudian dishare ke wali kelas. Wali kelas menjelaskan & menginformasikan ke peserta didik, juga kepada wali murid di kelasnya.

64. Tugas & materi pembelajaran yang diberikan, boleh di rumah, bila telah selesai bisa langsung dikirim ke guru jika punya medsos. Lewat Whatsapp misalnya.

65. Hari ini sy sudah menerima byk sekali tugas ank ank yg telah selesai dipelajari & selesai dikerjakan. Ternyata tidak serumit yang ditayangkan. Ank ank juga mudah memahami kondisi yg ada.

66. Semoga sedikit memberi solusi bagi yg tidak punya internet.

67. Menurut saya.. Jika kondisi sekolah terbatas guru bisa memberikan tugas untuk membaca buku tema. Setelah itu membuat kalimat tanya dan dilengkapi jawaban.

Terima kasih atas jawaban kawan kawan semua, sekarang tinggal dipilih yang mana sesuai dengan kondisi sekolah kita.
Inilah yang disebut merdeka belajar. Gunakan teknologi yang ada dan tidak perlu harus yang canggih dan terbaru. Teknologi yang ada di depan mata kita bisa dikembangkan walaupun tanpa koneksi internet.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUISI SAIHURONCERIK

*Challenge XVI* Salam Saihu Sai Hu Hudan Saihudan _Bismi Robbika_ Petualangan, pendakian, penyelaman, pendaratan, masih meminta tempuhan raga jiwa manusia. Segala jalan dicari, dikenali, dimaknai, ditafsiri agar diri merasa yakin pengembaraannya bermakna.  Seharian, kemarin 08/05/2020 kita masih ragu kadang malu malu menuang *Saihuronce* yang kadang asing di pendengaran pemirsaaahhhhh hehehee. Saihuronce sejatinya sedang membawa kita memaknai angka yang "kita anggap" bermakna sebagai sebuah ayat (tanda).  Challenge XV ada di pusaran mulut, lapisan bibir (eithhhh hati hati). Diwakili wujudiahnya dengan suku kata dan kata (Saihuronceka). Nah, pada Challenge XVI bergeser pada palung *Saihuroncerik,* yakni saihu yang meronce (mengurai dan menyusunnya kembali) angka yang menjadi pola saihu murni (3456/2256). Hmmmm ingat usia pendewasaan dan pematangan. Bagaimana lagi Saihuroncerik? Andai saja tubuh kita adalah kumpulan satuan organ luar _(surface structure)_ dan organ dalam _(deep...

PESAN RASULULLAH

"PESAN RASULULLAH SAW SEBELUM WAFAT" Sebelum malaikat Izrail diperintah Allah SWT untuk mencabut nyawa Nabi Muhammad, Allah berpesan kepada malaikat Jibril “Hai Jibril, jika kekasihku menolaknya, laranglah Izrail melakukan tugasnya!” Sungguh berharganya manusia yang satu ini yang tidak lain adalah Nabi Muhammad SAW... Di rumah Nabi Muhammad SAW, Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam... “Bolehkah saya masuk?” tanyanya... Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk sambil berkata, “Maafkanlah, ayahku sedang demam” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu... Kemudian Fatimah kembali menemani Nabi Muhammad SAW yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”. “Tak tahulah ayahku, sepertinya orang baru, karena baru sekali ini aku melihatnya” tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hend...