Langsung ke konten utama

Renungan

Hening malam
By. Planet

Hening malam ku terjaga
Serasa ada yg menempel lekat di dalam pikir tak bertepi
Adakah salah hari ini?
Kadang terlintas resah
Khawatir salah langkah dan melukai
Usia sudah tak muda lagi
Tinggal beberapa langkah
Ku kan sampai di finish kehidupan
Tak ingin tertoreh bercak yang menodai Pada asa menjelang senja usiaku ini

Hening malam membawaku menjelajah Menelusuri perjalan pagi hingga sore tadi
Alur perjalanan harian yang telah kulalui

Hening malam membawaku kembali menjelajah jiwa koreksi diri
Di atas sprei hijau kuning bermotif bunga
Terbuka kembali gelaran memori
Terlihat jelas gelaran memori bahagia
Ada senyum canda tawa
Ada loncatan gembira
Ada nyanyian ungkapan jiwa yang memotivasi generasi muda

Hening malam ini masih menemaniku
Adakah seharian tadi ada yang tersakiti??Oleh tingkah polah anggota tubuh ini?
Adakah pikir yang mengotori darah dan hati ini?

Hening malam mengajak menelusuri
Lorong hati juga sel-sel tubuh ini
Rasa takut itu kini menyelimuti diri
Takut ada yang tersakiti
Takut ada janji yang belum terpenuhi
Takut ada masalah yang masih menggantung jiwa raga ini
Takut andai tanpa disadari ada yang terdzolimi

Hening malam membawaku lebih menunduk lagi
Mengajak melangkah lebih berhati-hati
Jangan sampai ada yg merasa tersakiti

Hening malam menuntunnya menata niatk
Selesaikan tugas kewajiban dengan pasti
Meski tak ada puja puji
Niatkan Bismillah
Cukup Allah SWT
Maha Melihat Maha Kuasa atas segala
Malaikat Allah tak akan salah mencatat
Tinta emas menorehkan sketsa indah Menuang catatan indah akherat
Barokah berkah menjadi amal ibadah
Menuntun langkah ke jalan lurus surgawi

Kamis, 26 Februari 2020
Jam 02.06 WIB

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUISI SAIHURONCERIK

*Challenge XVI* Salam Saihu Sai Hu Hudan Saihudan _Bismi Robbika_ Petualangan, pendakian, penyelaman, pendaratan, masih meminta tempuhan raga jiwa manusia. Segala jalan dicari, dikenali, dimaknai, ditafsiri agar diri merasa yakin pengembaraannya bermakna.  Seharian, kemarin 08/05/2020 kita masih ragu kadang malu malu menuang *Saihuronce* yang kadang asing di pendengaran pemirsaaahhhhh hehehee. Saihuronce sejatinya sedang membawa kita memaknai angka yang "kita anggap" bermakna sebagai sebuah ayat (tanda).  Challenge XV ada di pusaran mulut, lapisan bibir (eithhhh hati hati). Diwakili wujudiahnya dengan suku kata dan kata (Saihuronceka). Nah, pada Challenge XVI bergeser pada palung *Saihuroncerik,* yakni saihu yang meronce (mengurai dan menyusunnya kembali) angka yang menjadi pola saihu murni (3456/2256). Hmmmm ingat usia pendewasaan dan pematangan. Bagaimana lagi Saihuroncerik? Andai saja tubuh kita adalah kumpulan satuan organ luar _(surface structure)_ dan organ dalam _(deep...

PESAN RASULULLAH

"PESAN RASULULLAH SAW SEBELUM WAFAT" Sebelum malaikat Izrail diperintah Allah SWT untuk mencabut nyawa Nabi Muhammad, Allah berpesan kepada malaikat Jibril “Hai Jibril, jika kekasihku menolaknya, laranglah Izrail melakukan tugasnya!” Sungguh berharganya manusia yang satu ini yang tidak lain adalah Nabi Muhammad SAW... Di rumah Nabi Muhammad SAW, Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam... “Bolehkah saya masuk?” tanyanya... Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk sambil berkata, “Maafkanlah, ayahku sedang demam” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu... Kemudian Fatimah kembali menemani Nabi Muhammad SAW yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”. “Tak tahulah ayahku, sepertinya orang baru, karena baru sekali ini aku melihatnya” tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hend...