Langsung ke konten utama

GURU BEJO DARI SEKOLAH TERPENCIL

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Selamat malam semuanya.
Malam ini kita akan mendapatkan pencerahan dari pak Edi Arham, beliau penerima satya lencana dari presiden jokowi tahun 2019 di HUT PGRI. Tema pada sesi ini adalah "GURU BEJO DARI SEKOLAH TERPENCIL" Kepada pak edi arham kami persilahkan. Begitu Om Jay memulai acara.

Assalamualaikum bapak ibu yang selalu membanggakan. Alhamdulillah, bersyukur bisa memenuhi ajakan om jay untuk berbagi pengalaman dan belajar bersam dengan bapak ibu. Sebenarnya saya merasa belum pantas untuk berbagi dengan bapak ibu karena say yakin bahwa bapak ibu semua memiliki lebih banyak pengalaman dan ilmu dalam dunia pendidikan. Tetapi om jay meyakinkan bahwa ini hanya ajang berbagi pengalaman, "sampaikan apa yang bisa disampaikan saja". Baiklah bapak ibu, pada kesempatan ini saya ingin sedikit berbagi tentang pengalaman saya yang katanya selalu beruntung. Sehingga saya beri tema ajang berbagi ini dengan judul "GURU BEJO DARI SEKOLAH TERPENCIL". Pak Edi memulai pemaparannya dengan rendah hati.

Lanjut. Kata om Jay. Kemudian Pak Edi pun melanjutkan paparan materinya. Sedikit tentang saya dan tempat tugas saya. Saya sebenarnya bukan asli dari daerah tempat tugas, namun saat ada seleksi untuk menjadi guru terpencil 2008 lalu saya tertarik untuk mengikutinya. saya tertarik karena memang diperuntukkan untuk sekolah-sekolah daerah terpencil di kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Alhamdulillah saat itu kami lolos 11 orang, untuk 8 sekolah yang ada di kecamatan terpencil kami. Dan saat ini yang bertahan tinggal kami bertiga saja, sedang 8 orang guru sudah meminta mutasi ke kota termasuk guru-guru yang terangkat PNS setelah kami. Jauh dari Jakarta, om Jay menyela diantara paparan materi pak Edi. 

Tempat tugas saya memang daerah terpencil.  Jaraknya 68 km dari ibu kota kabupaten. Saat ini alhamdulillah tinggal 28 km yg berstatus  jalan tanah, yang ketika musim hujan berlumpur dan saat musim kemarau berdebu. Di tempat kami tidak ada jaringan listrik dan alhamdulillah baru beberapa minggu lalu mendapat bantuan internet pedesaan atau orang menyebutnya internet satelit bagi daerah terpencil yang berasal dari kementerian Kominfo. Sebagai penerang pada saat malam kami menggunakan lampu pelita atau lampu minyak, atau kadang bisa menggunakan lampu yang energinya berasal dari accu motor. Dan baru-baru ini juga mendapat bantuan lampu tenaga surya dari panel kecil. 

Untuk mencapai sekolah saya harus menempuh jarak sekitar 143 km dari rumah.  Rumah saya terletak di kabupaten lain. Saya ke sekolah pada hari senin subuh dan biasanya pulang pada hari jumat setiap minggunya. Saya harus meninggalkan keluarga selama 4 sampai 5 hari setiap minggunya.  Pada CV saya di atas, Golongan PNS saya saat ini masih III/a padahal sudah hampir 12 tahun mengabdi. Itu karena saya masuk PNS menggunakan ijazah diploma 2. Walaupun berstatus sarjana saat mendaftar PNS tahun 2008 tapi tidak sesuai jurusan guru yaitu sarjana perikanan. Itulah sedikit tentang saya dan tempat tugas saya. 

Sekrang saya ingin sedikit berbagi pengalaman tentang keberuntungan-keberuntungan (bejo) saya selama tiga tahun terakhir. Keberuntungan yang bisa mengantar saya ke ibu kota negara dan beberapa kota lain di Indonesia serta bisa sampai pula ke negeri Belanda. Sebenarnya sejak terangkat 2008 sebagai guru hingga awal 2017, saya termasuk juga guru yang tidak banyak ambil pusing dengan urusan pengembangan kompetensi diri, selain mengajar secara monoton. artinya termasuk guru yang senang pada zona nyaman, hingga akhirnya tibalah keberuntungan pertama. 

Bejo pertama itu terjadi di awal Tahun 2017. Beruntung mengenal Facebook dan mendapat konfirmasi pertemanan dari guru-guru di berbagai daerah di indonesia. Dari mereka, saya mendapat solusi atas permasalahan tunjangan daerah terpencil yang dihadapi oleh guru-guru terpencil di daerah saya bahkan seluruh guru-guru  terpencil di daerah lain di Indonesia. Teman-teman mengarahkan saya untuk menulis permasalahn tersebut kemudian mengirimnya ke web Kesharlindung Dikdas. 

Di saat itu pula saya mengetahui bahwa kemdikbud memiliki program-program unggulan di kesharlindung Dikdas. Program yang melibatkan guru secara terbuka. Berbekal semangat dan keprihatinan terhadap diri dan teman-teman sesama guru terpencil saya mencoba menulis sebuah artikel yang berisi nasib guru-guru terpencil akibat adanya regulasi baru. Beruntung, tulisan saya yang berjudul “ Selamatkan Nasib guru terpencil, Ironi kebijakan Tiga Kementerian” lolos dalam kegiatan tersebut dan saya ikut terpanggil sebagai peserta Seminar Nasional Guru Berprestasi tahun 2017 di Jakarta.

Beberapa poin penting yang dapat saya petik dari bejo pertama saya itu, pertama, setiap niat baik kita tentu akan dibalas dengan kebaikan pula oleh Allah SWT. Kedua, saat kita dekat dengan orang-orang baik maka mereka akan selalu menunukkan jalan kebaikan kepada kita. Ketiga, kita tidak akan pernah berhasil tanpa mau mencoba, ini untuk proses belajar menulis. tulislah apa yang kita benar-benar rasakan tanpa ada rekayasa sehingga tulisan kita akan membawa berkah juga bagi kita. Keempat, saat mulai mencoba menulis, jangan pernah malu untuk bertanya kepada orang yang kita nilai lebih berpengalaman dalam menulis. jangan pernah merasa harga diri kita akan jatuh bila belajar dari orang lain. Masih banyak lagi hal positif yang saya peroleh dari proses bejo pertama saya, namun karena waktu juga saya beralih ke bejo kedua.

Bejo kedua yaitu di saat mengikuti kegiatan seminar guru berprestasi Kesharlindung. di ajang itu saya beruntung bisa mengenal guru-guru hebat dari seluruh Indonesia.
Beruntung bisa mendapat informasi, ilmu dan pengalaman dari mereka. dari mereka saya mendapat informasi banyak tentang ajang-ajang peningkatan kompetensi guru termasuk berbagai lomba tingkat nasional. Dari ajang itu saya diperkenalkan oleh guru-guru lain tentang kegiatan PKB 2in1 yang digelar P4TK matematika. Saya beruntung mendapat petunjuk dan support dari teman untuk mencoba seleksi ajang tersebut. Syaratnya harus mengirim rencana produk pengembangan media pembelajaran
Beberapa saat setelah kegiatan seminar, ajang di P4TK itu di buka dan saya mencoba mengirim artikel rencana pengembangan salah satu media pembelajaran. Alhamdulillah, rencana pengembangan media pembelajaran yang saya beri nama Ma Kokar (Halma Koordinat Kartesius) lolos dalam seleksi itu. Saya terpanggil untuk mengikuti kegiatan yang dibagi dalam tiga tahapan yaitu in 1 on dan in 2. 

Kesempatan pelatihan tersebut saya gunakan dengan baik. Tak lupa juga menyedot informasi, ilmu dan pengalaman dari guru-guru peserta lain. Beberapa poin penting yang saya ambil dari bejo kedua saya ini diantaranya: pertama, sebagai seorang guru idealnya senang berbagi ilmu dan pengalaman dengan guru lainny. Hal itu terlihat dari guru-guru yang saya temui di kegiatan tersebut. Mereka dengan senang hati memberikan pemahaman kepada saya atas setiap pertanyaan yang saya sampaikan. maklum guru ndeso, hehehe kelakar pak Edi. Kedua, tak ada satupun guru  peserta yang merasa bahwa dirinya memiliki ilmu dan pengalaman lebih dari yang lainnya. Padahal dengan nyata saya melihat mereka memiliki banyak kelebihan dari saya. Mereka selalu bersikap merendah dan tidak menggurui. Ketiga, lahirnya perasaan bahwa ilmu dan pengalaman yang kita miliki saat ini tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan ilmu dan pengalaman yang belum kita miliki. Perasaan ini mendorong kita untuk selalu banyak belajar, tidak cepat puas atas pencapaian kita Keempat, ternyata kota Yogyakarta itu indah dengan segala keindahannya dan warganya itu sangat baik.

Bejo ketiga. Saya beruntung bisa ikut kegiatan PKB 2in1 di Yogyakarta karena dari kegiatan itu saya mendapat banyak pengetahuan dari widyaiswara-widyaiswara P4TK matematika Yogya.
Pada kegiatan itu pula beberapa widyaiswara mengajak guru-guru peserta untuk mengikuti ajang Olimpiade Nasional Inovasi Pembelajaran Matematika ONIP Matematika. Keren, luar biasa Mas Eed, komentar bu Nur Eni Cianjur Pengawas & Penulis ini menyela. 

Perjuangan dan pengorbanan yang membuahkan hasil. Berbekal pengetahuan dan pengalaman dari teman-teman guru dan widyaiswara saya mencoba mengikuti seleksi ajang ONIP matematika pada akhir tahun 2017 dan Alhamdulillah karya inovasi saya yang bernama Algamusi Balistik (Alat Peraga Multi Fungsi Bahan Limbah Pelastik)" lolos sebagai finalis dalam ajang tersebut.
Wah ternyata sudah satu jam, pak Edi mengingatkan waktu dirinya. Lanjut Mas, ibumu menyimak, Jawab NurEni Cianjur Pengawas & Penulis.

Lalu pak Edi melanjutkan, baik ringkas saja. Bejo berikutnya saat mengikuti seleksi ajang guru berprestasi dan berdedikasi di daerah khusus tingkat nasional, saya beruntung menjadi juara dua, di ajang ini saya banyak mendapat pesan penting. Pertama, keterbatasan dan kekurangan kita di daerah terpencil tidak boleh membatasi kreatifitas kita. Keterbatasan fasilitas jangan mengkerdilkan usaha kita tetapi justru harus menjadi cambuk untuk lolos dari keterbatasan-keterbatasan itu. 

Dalam ajang guru berdedikasi dan berprestasi itu saya menyampaikan kondisi nyata daerah tempat tugas saya serta apa sj yg telah saya lakukan untuk memberi motivasi kepada teman-teman guru yang menjadi peserta di ajang itu. Sedikit info bagi teman-teman yang ingin mengikuti ajang ini, tunjukkan inovasi-inovasi kita yang merupakan solusi dari keterbatasan yang kita hadapi. jangan hanya menonjolkan kesulitan-kesulitan akses dan fasilitas karena pada dasarnya peserta-peserta yang mengikuti ajang ini adalah guru-guru yang memang berasal dari daerah-daerah terpencil yang kondisinya sama-sama sulit. Sejumlah media, dan strategi pembelajaran yang telah saya lakukan saya sampaikan pada ajang tersebut. dan alhmadulillah banyak menginspirasi teman-teman guru terpencil lainnya. 

Prinsip yang saya tanamkan kepada teman-teman yaitu; guru daerah tertinggal tapi jangan mau ketinggalan, guru daerah terbelakang tapi jangan mau di belakang, dan guru daerah terpencil tapi jangan mau dikucilkan. Selain mengikuti kegiatan lomba, berbagai kegiatan seminar dan pelatihan sempat saya ikuti dan alhamdulillah pernah menjadi pemakalah terbaik dalam seminar guru berprestasi kesharlindung. Saat itu saya beruntung karena memilih media pembelajaran berbasis kearifan lokal yang sangat mudah di buat dan digunakan. Namanya media pembelajaran Robam (Rotan bambu). Poin penting yang ingin saya sampaikan bahwa benda-benda yang ada di sekitar kita pada prinsipnya bisa dijadikan sebagai media dan alat pembelajaran.

Bejo berikutnya yaitu saat beruntung menjadi juara 1 lomba Inovasi Pembelajaran (Inobel) kemdikbud tahun 2019. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam ajang inobel yaitu;
Pertama, dalam memilih produk media, model, strategi atau produk pembelajaran lainnya, hendaknya menyesuaikan tema dan perkembangan isu pendidikan yang trend saat itu. 
Kedua, lagi-lagi jangan malu bertanya pada orang-orang yang telah pernah mengikuti ajang inobel ini. apalagi bagi teman-teman guru yang baru pertama kali mengikuti seperti saya saat itu. "Kerennnn bangetttt pak Edi" komentar bu Arum Puri. 

Ketiga, berusaha mendapatkan info termasuk naskah-naskah karya tulis yang lolos tahun sebelumnya, utamanya yang lolos hingga tahap finalis. Ini memang berat karena tidak semua juga teman-teman guru mau berbagi. alasannya tepat karena mereka ingin mempublikasikan dulu dalam bentuk buku atau jurnal. Pak Edi tertawa hehehe. Tapi belum sekeran pak Enjang dan bu Arum, menyambut komentar bu Arum.  Pengalaman dr Master Edi sangat luar biasa kata bu Sri. "Engga juga bu sri", kata Pak Edi.  "Luar biasa" Bu NurEni Cianjur Pengawas & Penulis, sambil berkata "jangan menghitung waktu Mas, teruskan ceritanya, ini akan menjadi bekal buat kami".

"Kalau ada yg mau tanya dipersilahkan" kata Om Jay."Ya, Master lanjutkan pengalamannya mantap dan keren, ibu masih menyimak. Kata Bu NurEni sambil kembali mempersilahkan Pak Edi untuk melanjutkan kembali paparannya inspirasinya. 

Keempat, dalam pengembangan ide, kita jangan cepat puas dengan ide pertama kita tapi cobalah untuk selalu berpikir bagaiman ide kita itu dikembangkan untuk menjadi ide yang akan kita ikutkan lomba. "Bapak sangat kreatif, bagaimana tipsnya bisa mendapat ide-ide yang menarik, kalo saya membuat istilah pun sulit", tanya salah seorang peserta. Kemudia Pak Edi pun menjawab, karena belajar dari pengalaman inobel pertama saya itu, karya-karya teman yang lain juga luar biasa hanya saja sebenarnya masih bisa dikembangkan lagi sehingga menjadi karya yang lebih luar biasa, dan bila karya-karya tersebut dikembangkan lagi maka saya yakin, Mega Sigra (Media Peraga Simulasi gerhana) saya ini tidak akan beruntung menjadi pemenang. 

Pengalaman saya, ide itu biasa hadir saat saya melihat benda-benda baru yang menarik, ini khusus untuk media pembelajaran. Ada beberapa memang yang sederhana, lahir dari permasalahan saat pembelajaran. "Haruskah membuat singkatan-singkatan tersebut dalam tulisan/karya kita agar menarik pak? Apakah menentukan penilaian? Misal, saat anak sulit mengenal konsep skala, maka saya berusaha menciptakan pembelajaran yang membantu anak memahami konsep skala dengan cara menggunakan HP android saya, tapi dalam tatap mode offline, dengan cara memotret benda-benda dari atas kemudian meminta siswa mengukurnya. Baik itu area yang di foto maupun yang ada di foto android.

NurEni Cianjur kembali bertanya:"Apa motivasi awal Mas Edi⁩ mengembangkan inovasi pembelajaran dengan segala keterbatasan sarana maupun jarak?". Kemuadian Om Jay juga bertanya,  "Berapa biaya yg dibutuhkan untuk membuat media pembelajaran yg dibuat pak Edi?".
Motivasinya yaitu bagaimana anak bisa lebih mudah memahami materi yang kita sampaikan. Sebelum mengikuti aneka kegiatan, ada beberapa media juga sudah saya kembangkan, walaupun masih sederhana. Kalau biaya itu bervariasi om, paling murah gratis, dan paling mahal sekitar Rp. 300.000, khusus untuk lomba. Tapi yang paling berkesan yaitu saat menjadi pemulung botol air minum mineral, media algamusi balistik, dan buat Bu Nuraeni, karena jarak yang jauh serta bahan-bahan penunjang yang sulit diperoleh maka saya biasanya membawanya dari rumah, seperti kertas dan bahan- yang mmg harus di beli di kota. "Masya Allah Guru Hebat! Mas Edi⁩ sangat pantas menjadi juara dengan dedikasinya kepada siswa dan sekolah. Juara lahir dan batin. Juara dunia dan akhirat" sahut Bu NurEni Cianjur.

Tantangan paling berat selama bertugas yaitu dari menghadapi kondisi sosial ekonomi masyarakat. 
Hampir semua warga berpenghasilan rendah sehingga terkadang melibatkan anak-anak mereka mencari nafkah. Siswa kami terkadang meninggalkan sekolah karena mengikuti orang tuanya masuk hutan mencari rotan, kayu dan madu. "Nah menghadapi hal seperti ini bagaimana solusinya?". Tanya Bu NurEni Cianjur. "Adakah teman sejawat yang membantu bpk dalam pembuatan media pembelajaran?" Tanya om jay pula. Ada om, Jawab Pak Edi, dan melanjutkan lagi materinya. Mereka biasanya saya libatkan dalam proses penilaian dan evaluasi karya saya. Bahkan mereka sering saya jadikan sebagai mitra yang menggunakan produk saya.

Kami selalu memberikan pemahaman melalui teman-teman guru yang memang warga setempat. Teman-teman guru ini masih berstatus honorer. Dampaknya memang kurang maksimal karena pola pikir masyarakat yang masih sering mementingkan kepentingan ekonomi mereka yang terbatas. Sebagai contoh, dalam program PIP, tidak semua siswa mendapat bantuan sehingga yang tidak mendapat bantuan melakukan protes dengan cara menyuruh anaknya tidak usah bersekolah. Sangat ironis mmg, tapi hal2 seperti itu tidak membuat kami patah semangat. kami selalu menggunakan pendekatan melalui tmn2 guru yang secara garis keluarga, mempunyai hubungan dengan orang tua siswa. Melalui mereka kami sering bersama2 menemui orang tua siswa untuk memberikan pemahaman.  Ternyata sudah dua jam, Pak Edi kembali mengingat waktu presentasinya. Bapak ibu, mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan, lanjutnya.

Masih ada yg mau tanya? Om Jay mengambil alih. Masih terus menyimak pak Eed, sahut bu Arum Puri, sambil izin bertanya "bagaimana tanggapan Kepala Sekolah pak Eed dengan kiprah yang pak Eed lakukan. Alhamdulilah dapat apresiasi baik bu, dan sejak 2017 ikut kegiatan nasional, kepala sekolahnya sudah 3 kali berganti. Meraka pada dasarnya mendukung utamanya dalam pemberian izin, hehehe. Jawab Pak Eed. Alhamdulillah ya pak, insyaAllah berkah pak Eed. Oh iya, pesan buat teman-teman yang kerap ikut kegiatan luar daerah, jangan lupa selalu bawa oleh-oleh untuk teman di sekolah yaa. hehehe, lanjut bu Arum. Iya itu hukumnya wajib, seloroh om Jay. 

Barakallah fii ilmi, terima kasih banyak Mas Eed, Ilmu yang ditularkan di sini sangat bermanfaat. Jazakallah khair Mas. Sahut Bu NurEni Cianjur. Aamiin. trmksh doanya bu, jawab Pak Edi. 
Oooh iya om jay, udah lima menit, hehehe. Saya ucapkan banyak terimakasih kepada. om Jay dan bapak ibu semua. Kemudian om jay mempersilahkan membuat kesimpulan. "Silahkan dibuatkan kesimpulan materi malam ini pak Edi". 

Wah, kesimpulannya apa yahh. Saya hanya ingin berpesan om, jangan pernah merasa cukup dengan ilmu, pengetahuan dan pengalaman yang kita capai saat ini, karena ilmu, pengetahuan dan pengalaman yang belum kita ketahui jumlahnya masih jauh lebih banyak. Sering-seringlah bersedakah ilmu dan pengalaman, karena hal itu justru akan menambah ilmu dan pengalaman kita.
Terimaksih. Assalamualaikum, Wr. Wb. Pak Edi mengakhiri presentasinya.

Masya Allah Tabarakallah. Malam yang indah. Mendapat pencerahan dari Mas Eed⁩ yang tinggalnya nun jauh di sana. Semoga beliau sehat wal'afiat, supaya bisa berbagi untuk anak-anak negeri. Terima kasih Mas Eed. Terima kasih, Pak Wijaya Kusuma. Sahut Bu NurEni Cianjur sekaligus menjadi komentar penutup, meskipun masih ada beberapa komentar lagi dari peserta yang mengiringi akhir sesi ini. Walaikum salam. Terima kasih. Sip and keren. Terima kasih. Semoga kita semua bisa memberikan inspirasi kebaikan. Aamiin terimakasih inspirasi dan pencerahannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUISI SAIHURONCERIK

*Challenge XVI* Salam Saihu Sai Hu Hudan Saihudan _Bismi Robbika_ Petualangan, pendakian, penyelaman, pendaratan, masih meminta tempuhan raga jiwa manusia. Segala jalan dicari, dikenali, dimaknai, ditafsiri agar diri merasa yakin pengembaraannya bermakna.  Seharian, kemarin 08/05/2020 kita masih ragu kadang malu malu menuang *Saihuronce* yang kadang asing di pendengaran pemirsaaahhhhh hehehee. Saihuronce sejatinya sedang membawa kita memaknai angka yang "kita anggap" bermakna sebagai sebuah ayat (tanda).  Challenge XV ada di pusaran mulut, lapisan bibir (eithhhh hati hati). Diwakili wujudiahnya dengan suku kata dan kata (Saihuronceka). Nah, pada Challenge XVI bergeser pada palung *Saihuroncerik,* yakni saihu yang meronce (mengurai dan menyusunnya kembali) angka yang menjadi pola saihu murni (3456/2256). Hmmmm ingat usia pendewasaan dan pematangan. Bagaimana lagi Saihuroncerik? Andai saja tubuh kita adalah kumpulan satuan organ luar _(surface structure)_ dan organ dalam _(deep...

PESAN RASULULLAH

"PESAN RASULULLAH SAW SEBELUM WAFAT" Sebelum malaikat Izrail diperintah Allah SWT untuk mencabut nyawa Nabi Muhammad, Allah berpesan kepada malaikat Jibril “Hai Jibril, jika kekasihku menolaknya, laranglah Izrail melakukan tugasnya!” Sungguh berharganya manusia yang satu ini yang tidak lain adalah Nabi Muhammad SAW... Di rumah Nabi Muhammad SAW, Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam... “Bolehkah saya masuk?” tanyanya... Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk sambil berkata, “Maafkanlah, ayahku sedang demam” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu... Kemudian Fatimah kembali menemani Nabi Muhammad SAW yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”. “Tak tahulah ayahku, sepertinya orang baru, karena baru sekali ini aku melihatnya” tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hend...