Kembali om Jay menyapa kami pada sesi10 ini, dengan ramah tentunya. Selamat malam teman-teman. Apa kabarnya nih? Semoga semua baik-baik aja ya? Kita masuk ke sesi 10. Dan untuk menghemat waktu, langsung saja kita panggil pemateri kita. Asep Herna. Semoga semuanya terhindar dari banjir. Aamiin. Insya Allah.
Om Jay mempersilahkan pemateri untuk memulai. Terima kasih, Om. Jawabnya.
Selamat malam, teman-teman semua. Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kemarin kita sudah mulai masuk ke aktivasi 5 indra kita, dan di tahap awal adalah indra visual. Kata Pak Asep memulai presentasinya.
Seneng banget malam ini kita ketemu lagi di sesi Automatic Writing. Juga kita doakan temen-temen kita semua yang mengalami musibah banjir di Jabodetabek sabar, dan air segera surut. Aaamiiin.
Kemarin kita sempat bahas, menurut Manfred Zimmermann, mata kita mampu menerima data 10 juta bit data perdetik, dan hanya 40 bit data saja yang diterima pikiran sadar kita.Sekarang kita coba masuk ke indra Audio, yang secara teoretik memililiki urutan ke-2 penerima data terkuat setelah mata.
AUDITORI
Di momen malam ini, mari kita eksplorasi, sekaligus kita berlatih membuat sensitive auditori kita, dengan menjelajahi seluruh ruang auditori, memokuskan diri hanya pada sistem pendengaran, lewat penjelajahan subconscious yang kemarin-kemarin kita sudah pelajari.Telinga kita bisa menangkap 100.000 bit informasi dalam seketika. Namun, yang ditangkap pikiran sadar hanya 30 bit saja.
Tadi siang sudah diingatkan temen-temen untuk menyiapkan kertas dan pulpen ya, atau spidol. Apakah temen-temen sudah menyiapkannya? Temen-temen yang tidak memungkinkan menyiapkan kertas dan pulpen, nggak apa-apa, silakan tulis langsung di hp atau laptop ya. Recommended sih pake kertas dan tangan karena lebih sensitif saat praktek automatic writing.
Kita mulai. Silakan duduk dalam posisi sangat nyaman. Letakkan tangan di posisi menulis, apakah menulis dengan spidol/pulpen yang ujungnya persis berada di atas kertas. Atau menulis dengan tut tut keyboard HP/laptop Anda.
Mohon baca sampai tuntas dengan pelan, lalu setelah bagian ujung, ikuti dan lakukan instruksinya:
Silakan kembali aktifkan "Anchor/Tombol Rileks" untuk yang sudah membuatnya, atau silakan atur posisi rileks sendiri (dengan self hypnosis) untuk yang belum membuatnya. Niatkan diri memasuki rileks terdalam yang pernah dialami, bahkan jauh lebih DALAM lagi dari sebelumnya. Hitung mundur dari 10 hingga 1, dan setiap hitungan membuat Anda tidur lebih lelap lagi. Dan pada hitungan 1, buka mata Anda, dan dapatkan tubuh dan pikiran Anda sedang tidur begitu lelap, begitu rileks, semakin lelap dan rileks. Mata Anda terbuka, tapi tubuh dan pikiran Anda tertidur begitu lelap. Mungkin Anda bingung, tapi nikmati saja dan biarkan tubuh dan pikiran Anda makin lelap. Anda boleh sesekali tutup mata lagi, lalu buka mata lagi, dan Anda dapati tubuh malah JAUH LEBIH RILEKS lagi. Mata Anda terbuka, tapi TUBUH dan PIKIRAN ANDA TERTIDUR.
Rasakan, dalam ruang sunyi di titik rileks Anda, fokuskan pikiran pada kuping Anda. Pelan tapi pasti, biarkan tangan Anda menuliskan apa yang Anda dengar saat ini. Dan biarkan tangan Anda membawa Anda pada suatu masa ketika Anda begitu jelas mendengarkan suara-suara. Suara apapun dalam imajinasi Anda. Mungkin suara angin, mungkin suara air, mungkin suara orang-orang terdekat di sekitar Anda, atau suara apapun yang begitu nyata dalam pikiran Anda. Dan suara itu, serta merta menggerakkan tangan Anda makin nyaman menulisnya. Menulis dengan membebaskan diri dari kekakuan-kekakuan menulis. Menulis dengan membebaskan diri dari keharusan-keharusan menulis. Menulis dengan begitu tak perduli pada logika-logika, pada rasionalitas, pada kemestian-kemestian.
Dan biarkan tangan Anda melakukan tugasnya dengan setia. Menulis apapun yang Anda dengar kini atau suatu ketika, SAMPAI ANDA MERASA CUKUP melakukannya. 3… 2… 1… menulislah mulai SEKARANG! Kalo ada yang sudah, silakan kalo mau di-share foto tulisannya di sini. Terutama, share pengalaman saat melakukannya seperti apa ya sensasinya. Itu yang perlu didengar oleh saya dan temen-temen di sini. Enak ya, kek lancar gitu. Malam ini, mencoba beberapa kali untuk rileks. Mungkin karena sedang ada yang di pikirkan, sehingga tidak mudah rileks.
Sebainya menyoba tulisan. Misalnya"Setelah beberapa kali di coba, suasana hening tidak terdengar suara apapun. Sampai akhirnya aku berjalan di kegelapan, ada suara pembicaraan.Walaupun aneh, tidak jelas, tidak ada juntrungannya apa yang di tulis, aku tulis pembicaraan itu, mohon maaf, coretan di share besok. Hp & pencahayaan kurang mendukung. State rileksnya apakah light, medium atau deep. Kalau ngeliat coretan tangannya, sepertinya bentuk coretannya masih rapi. Apakah itu sama dengan coretan ketika nulis biasa, atau lebih berantakan?
Terang sekali, tulisan ini lebih berantakan dari tulisan biasa sih. Cara menyiasatinya, jadin sesuatu yang sedang dipikirin sebagai titik fokusnya. Perhatiin saja dan amati apa yang dipikirin itu, lalu sadari, semakin fokus pada apa yang dipikirin, Richanah semakin rileks malah jauh lebih deep dari sebelumnya. Dan jari-jari tangan pun bergerak tanpa beban, menuliskan apapun yang hanya jari tangan yang tahu apa yang mesti dituliskan.
Komentar
Posting Komentar