Langsung ke konten utama
MAKALAH SENI BUDAYA 
Oleh: ClarestaAsfa Anandita Hadi(04) Ghefira Fazahra (08) 

SENI LUKIS 
A.Seni Lukis, Gaya atau Aliran 

1.Pengertian Seni Lukis 
Ekspresi atau coretan-coretan bisa dikembangkan menjadi sebuah lukisan, agar lebih bermakna coretan itu perlu disempurnakan misalnya imajinasi, emosi, kelenturan, intensitas tebal-tipisnya termasuk dalam hal ini goresan warna-warnanya. 
Berikut adalah pengertian seni lukis menurut beberapa ahli; 
a)Seni lukis adalah sebuah pengembangan dari menggambar, biasanya memiliki keunikan atau ciri khas tersendiri. Ciri khas ini didasarkan pada tema, corak atau gaya, teknik, bahan, serta bentuk karya seni tersebut. 
b)Melukis adalah kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan datar dari objek tiga dimensi untuk mendapat kesan tertentu, dengan melibatkan ekspresi, emosi, dan gagasan pencipta secara penuh. Sehingga sebuah lukisan harus dapat menerjemahkan apa yang ada dalam objek, tema, atau gagasan secara representative. Soedarso Sp (1990:11) 
c)Lukisan adalah suatu pengalaman artistic yang ditumpahkan dalam dua bidang dimensional dengan menggunakan warna dan garis. Soedarso, Seni Lukis Kaligrafi Islam, (Yogyakarta:ISI,1992) 

2.Tujuan Berkarya Seni Lukis 
Berkarya seni lukis merupakan kegiatan yang melibatkan ekspresi, emosi, serta konsep bisa dikelompokkan dalam tujuan berkarya seni lukis tersebut, antara lain: 
a)Tujuan religious Berkarya dengan tujuan religious bisa mendekatkan diri dengan Sang pencipta sebagai pelindung, dan penjaga pengampun dosa 
b)Tujuan kritik social Kesenjangan social, peristiwa politik, ketidakberdayaan, serta perilaku kehidupan lain yang terjadi dalam masyarakat bisa menjadi ide dalam berkarya. Objek lukisannya bisa dengan simbol-simbol yang bisa dikaitkan dengan peristiwa. Kritik yang bisa disampaikan berupa bentuk kritik yang bersinanggungan dengan pemerintah, lembaga social ataupun kepada pemegang kekuasaan setempat 
c)Tujuan ekspresi Lukisan bisa menjadi media untuk mencurahkan emosi/perasaan.Coretan garis dan warna merupakan perwujudan dari dorongan emosi dan gejolak jiwa pelukisnya, sehingga penikmat karya seni tidak hanya mengutamakan keindahan semata. 
d)Tujuan komersil Tujuan penciptaan lebih mengutamakan aspek komersil sehingga bentuk dan gaya lukisannya cenderung mengikuti selera pasar. 

3.Aliran seni lukis Lukisan 
Aliran seni lukis dapat digolongkan menjadi 2, yaitu representatif dan nonrepresentatif. Berikut penjabaran aliran dan gaya lukisan serta tokoh-tokohnya. 
A.Representatif 
Representatif adalah perwujudan gaya seni rupa menggunakan keadaan nyata pada kehidupan masyarakat dan gaya alam. 
Gaya seni rupa yang termasuk representatif sebagai berikut. 
a)Naturalisme 
  Naturalisme yaitu aliran seni rupa yang penggamarannya alami atau sesuai dengan keadaan alam, melukiskan segala sesuatu dengan alam nyata, sehingga perbandingan prespektif, tekstur atau warna serta gelap terang dibuat dengan teliti. Pelukisnya; Basuki Abdullah, Abdullah suryobroto, Mas Pringadi, Wakidi, Claude dan lain-lain. 
b)Realisme 
Realisme yaitu aliran yang memandang dunia ini apa adanya tanpa menambah atau mengurangi objek, penggambarannya sesuai dengan kenyataan hidup. Pelukisnya; Trubus, Wardoyo, Tarmizi, S. Sudjojono, dan Dullah. Lukisan ini digambarkan suasana pelabuhan,, aktivitas bongkar muat kapal , dan kesibukan orang yang lalu lalang, menggambarkan realita yang ada. 
c)Romantic
Romantic yaitu aliran seni rupa yang lebih bersifat imajiner , aliran ini melukiskan cerita-cerita yang romantic, peristiwa yang dahsyat atau kejadian yang dramatis. Pelukisnya; Raden Saleh, Fransisco Goya, dan Turner.
d)Ekspresionisme
Ekspresionisme yaitu aliran seni rupa yang pengambarannya sesuai dngan objek keadaan jiwa sang perupa yang spontan pada saat melihat objek karyanya. Pelukisnya; Vincent Van Gogh dan Affandi. e)Impressionisme
Impresionisme yaitu aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan kesan saat objek tersebut dilukis. Pelukisnya; Claude Monet, Georges Seurat, Paul Cezanne, Paul Gauguin dan S. Sudjojono f)Surealisme
Surealisme yaitu aliran seni lukis yang menggunakan bentuk dan warna seperti di dalam mimpi, pelukis mengembangkan daya khayalnya untuk menyampaikan pikiran dan perasaan melalui bentuk-bentuk dalam karyanya. Pelukisnya; Salvador Dali, Ivan Sagita, Agus Kamal dan Boyke Aditya. 

B.Nonrepresentatif
Nonrepresentatif adalah perwujudan aliran seni lukis yang menekankan pada unsure-unsur formal; struktur, unsure rupa, dan oprinsip estetik.Gaya seni lukis nonrepresentatif berupa susunan garis, bentuk, bidang dan warna yang terbebas dari bentuk alam. Gaya ini memandang bahwa ekspresi jiwa tidak dapat dihubungkan dengan objek apapun, gaya ini menonjolkan bidang diisi oleh warna dan dipilah dengan garis-garis tegas. Senimannya; Wassily Kandinsky, Yuan Mirro, W. De Kooning dan Amry Yahya. 

C.Tema seni lukis
Perbedaan sudut pandang dipengaruhi oleh suasana,waktu, dan kondisi geografis. Tema adalah gagasan, ide, atau pokok pikiran yang ada di dalam sebuah karya seni. 
Tema –tema di dalam pembuatan karya seni rupa miurni antara lain sebagai berikut; 
1.Manusia dengan dirinya sendiri
Untuk mengungkapkan cita rasa keindahan, manusia mewujudkannya lewat media ekspresi. 2.Manusia dengan manusia lain
Seorang perupa kadangkala dalam mengekspresikan cita rasa keindahan menggunakan objek orang disekitarnya. 
3.Manusia dengan alam sekitarnya
Alam sekitar sangat menarik bagi pada pelukis untuk mengungkapkan cita rasanya, sering dijadikan objek untuk lukisannya. 
4.Manusia dengan alam benda
Benda-benda di sekitar kita memiliki keunikan tersendiri bagi para pelukis,, sehingga menjadikan benda-benda tersebut menjadi objek lukisannya. 
5.Manusia dengan aktivitasnya
Aktivitas manusia dalam kehidupan sehari-hari yang beragam membuat perupa ingin mengabadikan kegiatan tersebut dalam media lukisnya. 
6.Manusia dengan alam khayal
Ide yaitu imajinasi atau khayalan sering melintas dalam pikiran kiuta baik secara sadar ataupun saat tidak sadar. 

D. Alat dan Bahan Berkarya Seni Lukis 
Media berkarya seni rupa dua dimensi (seni lukis) meliputi bahan dan alat untuk melukis. Beragam pilihan alat, bahan, dan media yang digunakan sesuai jenis dan gaya karya yang diinginkan. 
Media berkarya seni lukis sangat beragam tergantung dari teknik yang digunakan. 

1. Pastel dan Krayon
Dua jenis media ini secara fisik bentuknya hampir sama, sehinggga kalian sering kali keliru ketika membelinya tetapi sifat dan bahannya tidak sama. Crayon Oil Pastel terbuat dari pasta minyak yang dicampur dengan pewarna.Crayon jenis ini memiliki sifat lembut, mudah bercampur (sangat baik pada proses mixing), akan tetapi sangat mudah habis dan meninggalkan remahan (kotoran). Crayon jenis Wax terbuat dari lilin yang dicampur dengan serbuk warna. Crayon jenis ini memiliki sifat keras, tidak mudah habis, tidak banyak meninggalkan kotoran, akan tetapi kurang baik untuk proses mixing dan gradasi. Pastel (Oil Pastel) biasanya terbuat dari lilin (wax) dan minyak (oil).Pastel sering dihubungkan dengan warna-warna yang lembut.Sedangkan Crayon terbuat dari bahan kaolin dengan tepung warna sehingga terlihat lebih mengilap dan keras.Sehingga krayon lebih banyak mengandung lilin, sehingga warna yang dihasilkan krayon cenderung mengilap dan sedikit berminyak. Krayon menjadi salah satu pilihan kita untuk menggambar karena sifatnya yang padat dan tidak mudah menyerpih, sehingga tidak mengotori tangan dan baju ketika kita menggambar. 

2.Cat (pewarna) 
Bahan pewarna ini dibedakan berdasarkan basis pengencernya, yaitu: 
a)Cat air (berbasis air) 
Cat air (berbasis air), jenisnya ada 2 yaitu water colour yang bersifat transparan dan poster colour yang bersifat plakat. Bahan utama cat air berupa pigmen halus atau serbuk warna (dye) yang dicampur dengan gum arabic sebagai bahan baku, serta gliserin atau madu untuk menambah kekentalan dan daya rekat pigmen warna ke permukaan bidang gambar. 
b)Cat Minyak (berbasis minyak)
Cat minyak yaitu terbuat dari partikel-partikel pigmen warna yang di suspensi dengan media minyak. Berbeda dengan cat akrilik yang mudah cepat mengering, namun cat minyak membutuhkan waktu untuk pengeringannya.Cat minyak ini memberi efek cerah serta memberikan tekstur yang sangat bagus, kelemahan cat minyak ini pada baunya yang menyengat.Lukisan cat minyak medianya adalah kanvas.Cat minyak biasanya dikemas dalam bentuk tube timah dalam bentuk pasta yang dalam pemakaiannya dicampur dengan lijn-olie sebagai pengencer. 
c)Cat Akrilik
Cat akrilik terbuat dari plastik berbasis polietilen yang akan mengeras ketika mengering. Berbagai macam pigmen kemudian ditambahkan ke dalam emulsi polimer akrilik untuk mendapatkan berbagai warna cat yang berbeda.Singkatnya, cat akrilik sebenarnya adalah cat plastic yang tersedia dalam bentuk pasta dan dikemas dalam semacam tube. Berbagai aditif umum ditambahkan ke cat akrilik sehingga diperoleh berbagai jenis cat dengan sifat berbeda. Sebagian aditif membuat cat lebih tebal, tipis, atau kering lebih lambat.Hal ini sangat berguna karena cat akrilik cenderung kering dengan cepat. Setelah kering, cat akrilik sulit dihapus kecuali dengan menggunakan larutan alkohol khusus. Aditif tertentu mengubah cara cat terlihat. Cat akrilik bisa dicampur dengan air hingga maksimum 30% agar tidak mengurangi kualitasnya. Mencampur dengan air akan membuat tampilan cat akrilik nampak lebih lembut dan transparan. Karena sifatnya yang mengering dengan cepat, pastikan mengaplikasikan cat akrilik secepat mungkin. Setelah kering cat akan susah diapus atau dimodifikasi.  
3.Kuas
Kuas merupakan alat yang digunakan untuk menguas/cat ke media lukis.Jenis dan bentuk kuas beragam dari bentuk, ukuran, serta harga yang sangat bervariasi. Pemilihan kuas tergantung dari goresan yang bagaimana yang akan kita inginkan. Jenis kuas yang piph dan berujung lurus datar dipakai untuk bahan cat minyak, sedangkan kuas dengan bulu berbentuk bulat dan berujung runcing dipakai untuk bahan cat air. 

4.Pisau Palet 
Pisau palet terbuat dari aluminium tipis, fungsinya adalah untuk mencampur cat seperti layaknya kuas juga untuk membuat efek-efek goresan pada media lukis. Bentuknya dan ukurannya tersedia berbagai jenis, ada yang runcing, lebar, dan bulat. 

5.Palet 
Palet adalah media yang digunakan untuk tempat mencampur cat. Ada palet berbagai jenis dan ukuran.Untuk media seperti cat air, palet yang dipakai adalah yang ada lengkungan tempat air, sedangkan bentuk palet cat minyak berbentuk datar, ditambahkan lubang untuk pegangan. 

6.Kanvas
Kanvas merupakan bahan media yang umum dipakai sebagai media dalam melukis, kanvas menggunakan bahan linen atau bahan katun. 

D. Jenis Lukisan
Teknik dan Bahan yang Digunakan Kreativitas dalam mengolah bahan dan media dalam melukis melahirkan teknik melukis tertentu, teknik melukis ini sudah dipakai sejak zaman pertengahan, sehingga menambah keragaman karya seni lukis. 
Beberapa teknik yang digunakan dalam melukis antara lain: 

1.Lukisan Cat Air (Aquarel)
Bahan yang dipakai dalam teknik ini adalah cat air berbentuk pasta yang dicampur dengan air. Teknik aquarel adalah melukis dengan sapuan warna tipis, sehingga hasilnya transparan, media untuk bahan cat air adalah kertas. 

2.Mozaik
Teknik mozaik adalah teknik menempelkan pecahan atau lempengan kaca yang berwarna-warni pada media lukisan, sehingga membentuk objek tertentu. Bahan yang bisa digunakan untuk teknik ini antara lain pecahan keramik, porselen, potongan kertas, atau bisa juga batu yang berwarna-warni. Mozaik yang memakai potongan-potongan kayu sebagai bahan lukisannya disebut intersia. 

3.Lukisan Kaca
Teknik lukisan kaca menggunakan kaca, timah, kuningan, dan tembaga sebagai penyambungnya, sehingga membentuk lukisan.Lukisan kaca pertama kali dikembangkan pada zaman Gothic di Eropa sebagai bagian dari arsitektur.Lukisan kaca ini mencapai kegemilangan pada zaman Renaisance sebagai hiasan pada pintu dan jendela bangunan-bangunan besar seperti istana dan tempat peribadatan. Di Indonesia, teknik lukisan kaca pada awalnya berkembang sebagai seni industri rumah tangga di Cirebon, Jawa Barat sebagai warisan dari teknik yang dicontohkan oleh seniman Belanda.

4.Lukisan Batik
Lukisan batik tekniknya hampir sama dengan tata cara membatik, yaitu dengan menutupi permukaan kain dengan lilin atau malam batik. Kain yang tertutup lilin inilah yang membentuk titik garis bidang atau pun ruang sebelum jadi sebuah gambar, dan hasil akhir dicelup ke larutan pewarna. 

E. Prosedur Berkarya dan Seni Lukis
Ada beberapa langkah yang perlu dilakukan jika kalian melukis.Teori ini berdasarkan pengalaman para pelukis terkenal. Proses atau langkah dalam melukis adalah sebagai berikut.
a.Memunculkan Gagasan 
Untuk memunculkan gagasan kreatif, bisa didapatkan dari apa yang kita lihat di sekeliling kita misalnya dengan: 
1.Mengembangkan imajinasi, apa yang kita pikirkan atau dari pengalaman orang lain. 
2.Melihat objek secara langsung, misalnya pasar, pantai, atau pegunungan. 
3.Melihat dari buku, majalah, internet, serta dokumen lain tentang lukisan. 
 4.Mengunjungi museum atau kegiatan seni lukis di sekitar. Ide dan gagasan diatas kita olah lagi baik dari segi bentuk maupun susunan objeknya menjadi sebuah sketsa yang menarik, sehingga apa yang kita lihat, rasakan, atau yang kita pikirkan dipahami oleh pengamat seni. 

b. Membuat Sketsa
Sketsa adalah gambar awal yang akan dijadikan atau dibuat lukisan. Sketsa inilah yang kemudian diselesaikan menjadi sebuah lukisan yang sempurna, sketsa biasanya hanya berupa goresan global tidak mendetail dari sketsa yang kita buat akan tergambar apa yang akan kita kita ungkapkan. 

c. Menentukan Media Berkarya (Bahan dan Alat)
Proses ini adalah untuk media yang kita gunakan misalnya: 
1.Menggunakan kertas: karton, manila, padalarang, atau hanya kertas HVS. 
2.Menggunakan tembok, dinding, papan, atau media yang lebar lainnya. 
3.Menggunakan media alternatif, kaca, cangkang telur, atau di permukaan benda pakai/kerajinan. 4.Menggunakan cat minyak, cat akrilik, cat tembok, krayon, atau pastel.
5.Dalam berkarya seni media, alat dan bahan juga menentukan proses dan teknik berkarya seni, sehingga hal ini harus direncanakan. 

d. Menentukan Teknik
Ada beberapa teknik yang dapat digunakan dalam melukis, diantaranya: 
1.Teknik aquarel (warna transparan); 
2.Teknik plakat (warna tebal); 
3.Teknik goresan ekspresif dengan menggunakan jar, kuas, atau pisau palet; 
4.Teknik tebal dan bertekstur (bertekstur warna); 
5.Teknik timbul (mozaik) 

e. Mewarnai dan Menyempurnakan Lukisan
Setelah sketsa selesai, tahap melukis yang sebenarnya kita jalankan, sesuaikan dengan rencana dan teknik yang disiapkan dari awal. 
Tahap terakhir adalah menyempurnakan/menyelesaikan lukisan sketsa yang telah dibuat, yaitu: a)Mewarnai sketsa dengan goresan tipis pada objek pokok (positif) dan latar belakangnya (negatif). b)Menyempurnakan lukisan dengan kontur, penyinaran (spot light), penegasan, dan penentuan gelap terang. 
Namun, tidak semua langkah jadi acuan, karena proses melukis dengan menggunakan bahan yang satu dengan yang lainnya tidak sama, demikian pula dengan teknik yang digunakan. Membuat karya seni merupakan wujud ekspresi dari suatu ide atau gagasan.Ide adalah hasil pemikiran yang berawal dari suatu inspirasi atau imajinasi. Gambaran yang tertangkap melalui ruang imajinasi seseorang dapat diwujudkan dalam bentuk karya seni.Kamu dapat menggali ide untuk berkarya seni sendiri dengan membuat lukisan menggunakan media kanvas dan cat minyak.

________________________________________

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUISI SAIHURONCERIK

*Challenge XVI* Salam Saihu Sai Hu Hudan Saihudan _Bismi Robbika_ Petualangan, pendakian, penyelaman, pendaratan, masih meminta tempuhan raga jiwa manusia. Segala jalan dicari, dikenali, dimaknai, ditafsiri agar diri merasa yakin pengembaraannya bermakna.  Seharian, kemarin 08/05/2020 kita masih ragu kadang malu malu menuang *Saihuronce* yang kadang asing di pendengaran pemirsaaahhhhh hehehee. Saihuronce sejatinya sedang membawa kita memaknai angka yang "kita anggap" bermakna sebagai sebuah ayat (tanda).  Challenge XV ada di pusaran mulut, lapisan bibir (eithhhh hati hati). Diwakili wujudiahnya dengan suku kata dan kata (Saihuronceka). Nah, pada Challenge XVI bergeser pada palung *Saihuroncerik,* yakni saihu yang meronce (mengurai dan menyusunnya kembali) angka yang menjadi pola saihu murni (3456/2256). Hmmmm ingat usia pendewasaan dan pematangan. Bagaimana lagi Saihuroncerik? Andai saja tubuh kita adalah kumpulan satuan organ luar _(surface structure)_ dan organ dalam _(deep...

PESAN RASULULLAH

"PESAN RASULULLAH SAW SEBELUM WAFAT" Sebelum malaikat Izrail diperintah Allah SWT untuk mencabut nyawa Nabi Muhammad, Allah berpesan kepada malaikat Jibril “Hai Jibril, jika kekasihku menolaknya, laranglah Izrail melakukan tugasnya!” Sungguh berharganya manusia yang satu ini yang tidak lain adalah Nabi Muhammad SAW... Di rumah Nabi Muhammad SAW, Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam... “Bolehkah saya masuk?” tanyanya... Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk sambil berkata, “Maafkanlah, ayahku sedang demam” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu... Kemudian Fatimah kembali menemani Nabi Muhammad SAW yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”. “Tak tahulah ayahku, sepertinya orang baru, karena baru sekali ini aku melihatnya” tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hend...