Langsung ke konten utama
MAKALAH SENI BUDAYA 
Oleh : 1. Alya Haura Zahra (02) 2. Riska Dewi Larasati (26) 

SENI PATUNG 
 A. Pengertian dan Fungsi Patung Patung diartikan juga sebagai plastic art atau seni plastic karena patung identik dengan sebuahcipta karya manusia yang meniru bentuk dan memiliki keindahan (estetik). Tidsk terbatas pada bentuk manusia, tetapi bisa meniru bentuk apa pun yang dapat disebut seni patung. Patung bersifat 3 dimensi atau benda yang bervolume, artinya bisa dilihat dari berbagai arah. 
Berikut beberapa pendapat tentang seni patung : 
1. Menurut Mikkke Susanto 
  Seni patung merupakan sebuah tipe karya tiga dimensi yang bentuknya dibuat dengan metode subtraktif atau mengurangi bahan seperti memotong dan menatah.  
2. Menurut Soenarso dan soeroto 
   Seni patung adalah semua karya dalam bentuk meruang  
3. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia 
   Patung adalah benda tiruan,bentuk manusia dan hewan yang cara pembuatannya dengan dipahat. 
4. Menurut B.S Myers 
  Seni patung adalah karya tiga dimensi yang tidak terikat pada latar.

    Hampir sama dengan seni lukis,seni patung juga sudah dikenal di Indonesia sejak zaman prasejarah. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi pemubuatan seni patung. Pada masa kerajaan Hindu-Budha di Jawa dan Bali, banyak sekalli ditemukan hasil karya seni patung terutama di candi Hindu dan Budha yang bercorak tradisional. Pada masyarakat tradisional pembuatan seni patung sering dihubungkan dengan kegiatan religi seperti pemujaan kepada dewa atau arwah nenek moyang.
Secara umum berdasarkan pembuatannya, seni patung ada 3 macam yaitu : 
1. Patung sebagai Fungsi Personal Karya seni patung ini diciptakan semata-mata untuk kepentingan personal (pribadi). Namun Pada zaman dahulu patung ini dibuat untuk kepentingan keagamaan seperti untuk, menghormati dewa atau untuk mengenang orang-orang yang diagungkan. 
2. Patung sebagai Fungsi Sosial Patung ini diciptakan untuk memperingati suatu peristiwa yang bersejarah atau mengenang jasa seorang pahlawan besar dalam sebuah bangsa atau kelompok. 
3. Patung sebagai Fungsi Fisik Patung ini bertujuan untuk menciptakan dan membuat patung semata-mata untuk dinikmati keindahannya. Misalnya patung ini sengaja dibuat untuk menghiasi sebuah taman. 

A.Bentuk dan Jenis Patung 
1. Bentuk Imitatif (Realisme/Repsentatif) Corak patung ini merupakan tiruan dari bentuk alam seperti, manusia, hewan, dan tumbuhan. 
2. Bentuk Nonfiguratif (Abstrak) Patung ini secara umum sudah meninggalkan bentuk-bentuk alam untuk perwujudannya (bersifat abstrak). 

B.Bahan dan Alat dalam Berkarya Seni Patung
1. Bahan Bahan seni patung dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu : 
   a.Bahan Lunak Bahan lunak adalah material yang empuk dan mudah dibentuk, misalnya : tanah liat, lilin, sabun, plastisin, dan bahan yang mudah dibentuk lainnya. 
   b.Bahan Sedang Artinya, bahan itu tidak lunak dan tidak keras. Contohnya kayu waru, kayu sengon, kayu randu, dan kayu mahoni. 
  c.Bahan Keras Bahan keras dapat berupa kayu atau batu-batuan. Contohnya kayu jati, kayu sonokeling, dan kayu ulin. 

2. Alat Berkarya Seni Patung
Alat Peralatan yang digunakan untuk membuat patung tergantung kepada bahan dan teknik yang digunakan.
a. Butsir adalah alat bantu untuk membuat patung terbuat dari kayu dan kawat. 
b. Meja putar adalah meja bulat yang bisa berputar, fungsinya untuk memudahkan dalam mengontrol bentuk dari berbagai arah. 
c. Pahat adalah alat untuk memahat, mengurangi, atau membentuk bahan batu dan kayu, atau bahan keras lainnya. 
d. Sendok adukan berfungsi untuk mengambil adonan dan menempelkannya pada kerangka patung. 
e. Alat las karbit/listrik. 

3. Teknik Berkarya Seni Patung 
Dalam berkarya seni patung, proses pembuatannya disebut teknik. Dalam berkarya seni patung, ada beberapa teknik antara lain : 
a.Teknik pahat, yaitu mengurangi bahan menggunakan alat pahat. 
b.Teknik butsir, yaitu membentuk benda dengan mengurangi dan menambah bahan. 
c.Teknik cor, yaitu membuat karya seni dengan membuat alat cetakan, kemudian dituangkan adonan berupa semen, gips, dan sebagainya. 
d.Teknik cetak, yaitu membuat karya seni dengan cara membuat cetakan terlebih dahulu. 
e.Teknik Assembling (merakit) adalah membuat sebuah komposisi/sambungan dari material seperti besi, logam, tembaga, atau berbagai macam material seperti benda/found objek, kertas, kayu, dan tekstil. 

 _____________________________________________________

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUISI SAIHURONCERIK

*Challenge XVI* Salam Saihu Sai Hu Hudan Saihudan _Bismi Robbika_ Petualangan, pendakian, penyelaman, pendaratan, masih meminta tempuhan raga jiwa manusia. Segala jalan dicari, dikenali, dimaknai, ditafsiri agar diri merasa yakin pengembaraannya bermakna.  Seharian, kemarin 08/05/2020 kita masih ragu kadang malu malu menuang *Saihuronce* yang kadang asing di pendengaran pemirsaaahhhhh hehehee. Saihuronce sejatinya sedang membawa kita memaknai angka yang "kita anggap" bermakna sebagai sebuah ayat (tanda).  Challenge XV ada di pusaran mulut, lapisan bibir (eithhhh hati hati). Diwakili wujudiahnya dengan suku kata dan kata (Saihuronceka). Nah, pada Challenge XVI bergeser pada palung *Saihuroncerik,* yakni saihu yang meronce (mengurai dan menyusunnya kembali) angka yang menjadi pola saihu murni (3456/2256). Hmmmm ingat usia pendewasaan dan pematangan. Bagaimana lagi Saihuroncerik? Andai saja tubuh kita adalah kumpulan satuan organ luar _(surface structure)_ dan organ dalam _(deep...

PESAN RASULULLAH

"PESAN RASULULLAH SAW SEBELUM WAFAT" Sebelum malaikat Izrail diperintah Allah SWT untuk mencabut nyawa Nabi Muhammad, Allah berpesan kepada malaikat Jibril “Hai Jibril, jika kekasihku menolaknya, laranglah Izrail melakukan tugasnya!” Sungguh berharganya manusia yang satu ini yang tidak lain adalah Nabi Muhammad SAW... Di rumah Nabi Muhammad SAW, Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam... “Bolehkah saya masuk?” tanyanya... Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk sambil berkata, “Maafkanlah, ayahku sedang demam” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu... Kemudian Fatimah kembali menemani Nabi Muhammad SAW yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”. “Tak tahulah ayahku, sepertinya orang baru, karena baru sekali ini aku melihatnya” tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hend...